SEMARANG, beritajateng.tv – Baru enam dari 177 kelurahan di Kota Semarang yang memproses pencairan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PKK RT/RW hingga 19 Oktober 2026.
Dari enam kelurahan tersebut, Tlogosari Wetan Semarang mencatat pencairan BOP PKK terbesar dengan nilai Rp354 juta. Dana tersebut untuk alokasi mendukung kegiatan PKK di 100 RT dan 15 RW di wilayah Tlogosari Wetan.
Dua kelurahan lain yang mencatat pencairan besar yakni Mugassari sebesar Rp150,6 juta dan Lempongsari Rp112,2 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, mengatakan pemerintah telah menyosialisasikan program BOP PKK kepada seluruh kelurahan.
Namun, hingga pertengahan Oktober, baru sebagian kecil wilayah yang memproses pencairan.
BACA JUGA: Serapan BOP RT Semarang Tembus 95,7 Persen, DP3A: RT di Kawasan Elite Ogah Ambil Dana Operasional
“Untuk BOP PKK, kami sudah menyosialisasikan. Dari 177 kelurahan, sudah ada beberapa yang mengajukan. Ada enam kelurahan yang sudah memasukkan pengajuan,” kata Pranyoto.
Ia menyebut Tlogosari Wetan, Mugassari, dan Lempongsari sebagai tiga kelurahan dengan penyerapan terbesar sejauh ini.
“Penyerapan terbesar ada di Tlogosari Wetan, Mugassari, dan Lempongsari,” ujarnya.
Tiga Kelurahan Sudah Cairkan Seluruh Alokasi
Selain mencatat pencairan dalam jumlah besar, tiga kelurahan telah menuntaskan pencairan hingga 100 persen dari alokasi masing-masing. Ketiganya adalah Lempongsari, Bendan Duwur, dan Gunungpati.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pencairan dapat selesai di tingkat kelurahan. Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya belum mencatatkan realisasi pencairan BOP PKK.
Secara keseluruhan, dana BOP PKK yang telah terealisasi melalui Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) mencapai Rp920,4 juta.
Nilai itu setara 2,46 persen dari total anggaran Rp37,27 miliar yang Pemerintah Kota Semarang siapkan pada 2026.
“Realisasinya, baru 224 RT dan 44 RW di 6 kelurahan yang telah memenuhi SP2D. Atau sekitar Rp920,4 juta yang sudah cair untuk BOP PKK RT dan RW. Artinya masih ada 10.398 RT dan 1.487 RW yang belum mencairkan,” kata dia.





