SEMARANG, beritajateng.tv – Lonjakan kendaraan pemudik mulai terasa di pintu masuk Jawa Tengah. Di Gerbang Tol Kalikangkung, pengelola jalan tol membuka 21 gardu transaksi untuk mengurai antrean kendaraan yang terus meningkat selama puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kebijakan ini seiring pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way dari KM 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 421 Kalikangkung. Skema tersebut mendorong volume kendaraan dari arah barat meningkat signifikan dalam waktu singkat.
Petugas di lapangan juga menyiapkan berbagai langkah tambahan untuk menjaga kelancaran arus. Selain membuka seluruh gardu reguler, pengelola menghadirkan 9 gardu satelit. Serta menyiagakan perangkat mobile reader yang dapat terpakai langsung di jalur antrean kendaraan.
Seorang petugas lapangan di lokasi menjelaskan bahwa langkah ini menjadi kunci untuk mencegah penumpukan panjang di area gerbang tol.
“Kami siagakan mobile reader saat antrean mulai memanjang. Jika antrean sudah mendekati 300 meter, petugas langsung turun untuk melakukan transaksi di tempat agar kendaraan tetap bergerak,” ujarnya.
Berdasarkan data pemantauan, volume kendaraan yang masuk melalui GT Kalikangkung pada Rabu (18/3/2026) mencapai 48.150 unit.
Rata-rata kendaraan yang melintas bahkan menyentuh sekitar 3.000 kendaraan per jam, menandakan tingginya intensitas arus mudik tahun ini.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Selasa (17/3/2026), jumlah kendaraan tercatat lebih rendah. Sehingga terjadi lonjakan sebesar 16.704 kendaraan atau meningkat sekitar 53,1 persen.
Kondisi di lapangan memperlihatkan arus kendaraan dari arah Jakarta terus mengalir tanpa henti, terutama pada jam-jam sibuk.
Petugas pun tampak berjaga di setiap titik strategis untuk memastikan proses transaksi berjalan cepat dan antrean tidak meluas.
Seorang pemudik asal Bekasi, Andi Prasetyo, mengaku tetap memilih berangkat di puncak arus meski harus menghadapi kepadatan.
BACA JUGA: Bus Tabrak Pikap di Tol Pejagan-Pemalang, Polisi Periksa 4 Saksi
“Memang ramai, tapi tadi di gerbang tol cukup terbantu karena gardunya banyak yang dibuka. Jadi tetap jalan, tidak sampai macet total,” katanya.
Dengan tingginya volume kendaraan menuju Jawa Tengah, pengelola tol mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang.
Pemudik juga di minta mengantisipasi titik rawan kepadatan, terutama di akses keluar tol dan jalur menuju kota tujuan.
Upaya ini harapannya mampu menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman. (*)
Editor: Elly Amaliyah





