SEMARANG, beritajateng.tv – Ratusan pelajar SMP di Kota Semarang beradu pengetahuan tentang Rupiah dalam Lomba Intelektual dan Tantangan Antar Siswa (Lintas) Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah 2026.
Kompetisi ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia (BI) memperkuat literasi keuangan sekaligus menanamkan penghargaan terhadap mata uang nasional sejak bangku sekolah.
Sebanyak 246 siswa dari 123 SMP negeri dan swasta mengikuti lomba yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 29 Oktober 2026.
Setiap sekolah mengirimkan dua perwakilan siswa untuk menguji pemahaman mereka tentang Rupiah dan pengelolaan keuangan.
Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rahmi, mengatakan pengenalan Rupiah kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pengetahuan tentang uang sebagai alat pembayaran. Pelajar juga perlu memahami nilai Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
“Generasi muda tentu saja merupakan masa depan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Rupiah dan kebanggaan kita kepada Rupiah perlu kita tanamkan sejak dini,” ujar Anggis.
Materi kompetisi mengacu pada kurikulum CBP Rupiah yang telah di integrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah. Para peserta mempelajari fungsi uang, cara mengenali keaslian Rupiah, serta prinsip pengelolaan keuangan yang baik.
BI Jawa Tengah juga menjalankan edukasi CBP Rupiah melalui kegiatan di sekolah. Pelajar dapat memperdalam pengetahuan mereka dengan berkunjung ke kantor BI untuk mengenal Rupiah secara langsung dan memahami perannya dalam perekonomian.
Anggis berharap peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman mengikuti lomba, tetapi juga menyebarkan pengetahuan tentang Rupiah kepada lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui para pelajar.
BI Jawa Tengah juga berencana memperluas jangkauan kompetisi tersebut. Jika saat ini kegiatan masih berfokus pada Kota Semarang, Anggis berharap program serupa dapat terlaksana di tingkat provinsi hingga kabupaten.
BACA JUGA: Bank Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota Semarang Gelar Olimpiade CBP Rupiah 2025
“Harapannya nanti ke depan kegiatan ini tidak hanya di Kota Semarang. Levelnya bisa kita naikkan, misalnya menjadi tingkat provinsi. Kami juga ingin kabupaten-kabupaten bisa mengadakan kegiatan yang sama,” tuturnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto, menjelaskan Lintas CBP Rupiah 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat program edukasi tersebut.
Setelah tiga tahun menggunakan nama Olimpiade CBP Rupiah, penyelenggara mengembangkan format kegiatan menjadi kompetisi yang memadukan aspek intelektual dan tantangan antarsiswa (Lintas) CBP Rupiah.
Menurut Aloysius, edukasi tentang Rupiah juga menyasar siswa sekolah dasar, terutama kelas IV, V, dan VI. Materi tersebut masuk ke dalam pembelajaran agar siswa memahami pentingnya Rupiah secara bertahap sejak pendidikan dasar.
“Kami telah mengintegrasikan materi cinta, bangga, dan paham Rupiah pada kurikulum, terutama dalam mata pelajaran IPS. Guru IPS menyisipkannya saat menyusun rancangan pembelajaran, begitu juga dalam pelajaran PPKN,” kata Aloysius.
Ia menambahkan, prestasi dalam kompetisi ini juga dapat memberikan manfaat bagi peserta. Selain memperoleh uang tunai dan sertifikat, para pemenang bisa mencantumkan pencapaian tersebut sebagai bagian dari portofolio untuk mendukung proses melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. (*)





