SEMARANG, beritajateng.tv – Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang menangani sekitar 275 kasus kebakaran di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.
Angka tersebut menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 341 kasus. Sekaligus menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menjelaskan bahwa penurunan tersebut tidak lepas dari masifnya edukasi pencegahan yang Damkar lakukan kepada masyarakat sejak awal tahun.
“Di tahun 2025 kami fokus mendorong pencegahan. Hasilnya terlihat, jumlah kebakaran turun dari sekitar 341 kasus menjadi 275 kasus kebakaran. Yang paling terasa, kejadian kebakaran karena kelalaian masyarakat menurun cukup signifikan,” ujar Rianung, Minggu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA: Miris!! Dari 79 Hidran di Kota Semarang, Hanya 10 yang Berfungsi
Ia menyebut, pada 2024 terdapat ratusan kejadian kebakaran lantaran faktor kelalaian, sementara pada 2025 jumlahnya turun menjadi sekitar 275 kasus. Sementara di tahun 2023 terdapat 489 kasus kebakaran.
Menurutnya, hal ini menunjukkan masyarakat mulai memahami langkah antisipasi sederhana untuk mencegah kebakaran.
Dari data Damkar, kebakaran paling banyak terjadi di rumah hunian. Selain itu, kebakaran lahan ilalang juga cukup mendominasi, dengan jumlah sekitar 70 kejadian sepanjang 2025.
Sementara dari sisi korban jiwa, wilayah Semarang Timur tercatat menjadi lokasi dengan jumlah korban terbanyak. Terdapat lima korban meninggal dunia di kawasan tersebut, serta satu korban jiwa di Kecamatan Candisari.
“Kami akui, ada beberapa kejadian di mana laporan masuk sudah dalam kondisi api membesar. Pelaporan yang terlambat, terutama pada dini hari, membuat penanganan menjadi lebih berat,” jelas Rianung.
Ia mencontohkan kasus di Semarang Timur, di mana lokasi kebakaran jauh dari akses jalan utama. Petugas harus menggunakan selang panjang untuk menjangkau titik api, sehingga waktu penanganan menjadi lebih lama.
Dari evaluasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang berencana memperkuat armada Damkar dengan kendaraan berukuran kecil yang mampu menjangkau gang-gang sempit. Rencana pengadaan armada tersebut akan direalisasikan pada 2026.













