Jateng

PT JTAB Sudah Beri Kompensasi Warga, Ketua DPRD Kabupaten Semarang: Tetap Wajib Urus Perizinan

×

PT JTAB Sudah Beri Kompensasi Warga, Ketua DPRD Kabupaten Semarang: Tetap Wajib Urus Perizinan

Sebarkan artikel ini
PT JTAB Kompensasi
Lokasi aktivitas pengeprasan bukit oleh PT JTAB di Dusun Daleman, Desa/Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meski telah memberi kompensasi kepada warga terdampak, PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) atau JTAB tak bisa serta-merta melanjutkan aktivitas cut and land fill di lingkungan Dusun Daleman.

Pasalnya, Perseroda Pemprov Jawa Tengah ini harus membereskan terlebih dahulu perizinannya sebelum aktivitas pengeprasan bukit untuk penguatan terasering di Rest Area KM 445 B tersebut bisa berlanjut.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, mengaku usai penghentian sementara kegiatan akibat banjir lumpur yang berdampak pada sejumlah rumah warga, ia telah menerima konfirmasi langsung dari pimpinan manajemen JATB.

“Prinsipnya, JTAB selaku pelaksana cut and land fill telah memohon maaf karena aktivitas di Dusun Daleman, Desa/Kecamatan Tuntang, tersebut telah mengakibatkan dampak bagi masyarakat sekitar,” tuturnya saat beritajateng.tv konfirmasi di gedung DPRD Kabupaten Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin, 5 Januari 2026.

BACA JUGA: Izin Kepras Bukit PT JTAB Bermasalah, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang Desak DPMPTSP Perkuat Fungsi Kontrol

Selain telah memberikan kompensasi kepada warga terdampak, PT JTAB juga telah melaksanakan arahan dan rekomendasi hasil temuan Komisi C DPRD Kabupaten Semarang di lapangan.

“Termasuk terkait komitmen manajemen JTAB untuk segera mengurus semua dokumen perizinan kegiatan cut and land fill di lingkungan Desa Tuntang tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bondan menegaskan komitmen tersebut harus betul-betul JTAB laksanakan. Sebelum nantinya pihak perusahaan bisa melaksanakan kembali kegiatannya di lingkungan Dusun Daleman.

“Yang pertama tentu persoalan izin harus JTAB selesaikan. Kemudian kegiatannya juga betul-betul memperhatikan dampak lingkungan. Dampak lingkungannya seperti apa harus bisa minimalkan,” ungkapnya.

“Ini yang penting, sehingga kegiatan itu tidak merugikan masyarakat karena berwawasan lingkungan. Kalau izin sudah beres dan berwawasan lingkungan ya sudah, bisa melanjutkan kegiatannya,” imbuhnya.

Bentuk Kompensasi PT JTAB kepada Warga Terdampak Pengeprasan Bukit