Uncategorized

3 Makna Tersembunyi Kebaya Dian Sastrowardoyo di Gadis Kretek

×

3 Makna Tersembunyi Kebaya Dian Sastrowardoyo di Gadis Kretek

Sebarkan artikel ini
kebaya gadis kretek
Salah satu kebaya yang Dian Sastrowardoyo gunakan saat memerankan Jeng Yah di 'Gadis Kretek' (foto: Instagram/eloisepickles)

SEMARANG, beritajateng.tv – Serial Gadis Kretek tampaknya masih membuat netizen baper di sosial media, tak sedikit dari mereka yang menelusuri hal-hal yang muncul dalam serial romansa tersebut.

Salah satu hal yang menjadi sorotan netizen tentang serial Gadis Kretek adalah kebaya yang Dian Sastrowardoyo gunakan. Detail busana yang tampak dalam cerita itu sukses membuat mereka terpana.

Gadis Kretek mengambil latar waktu di era tahun 1960-an, yaitu setelah penjajahan Belanda berakhir di Indonesia. Nah, di masa itu, kebaya masih marak masyarakat gunakan.

Nah, karena itu, kita yang sudah menonton Gadis Kretek pastinya tidak heran mengapa banyak karakter di serial tersebut menggunakan kebaya.

Namun, selain memiliki warna dan desain yang memukau, kebaya tersebut, khususnya yang Dian Sastrowardoyo gunakan memiliki simbol tersembunyi lho.

Maka itu, beritajateng.tv akan membahas soal simbol atau makna yang tersirat dalam kebaya-kebaya yang Jeng Yah atau Dian Sastrowardoyo gunakan di serial ini.

Makna dari kebaya-kebaya itu pun diungkap oleh fashion stylist Hagai Pakan yang juga menceritakan soal makna mendalam kebaya hitam dan kebaya putih yang Jeng Yah pakai.

BACA JUGA: Sedih, Sheila Dara Selalu Dapat Pasangan Toxic di Film dan Serial, Kali Ini dalam Gadis Kretek

Nah, jadi seperti apa sih makna-makna dari kebaya yang Dian Sastrowardoyo pakai itu? Berikut ulasannya.

Makna kebaya Jeng Yah di Gadis Kretek

1. Warna hitam sebagai bentuk keteguhan Jeng Yah

Jika kamu perhatikan di serial Gadis Kretek, Jeng Yah tak jarang menggunakan kebaya berwarna hitam, bukan?

Dari awal episode pun, Jeng Yah menggunakan kebaya warna tu untuk di berbagai scene. Nah, ternyata ada makna di balik kebaya warna hitam itu lho.

Hagai Pakan menyebut bahwa berkebaya hitam adalah bentuk keteguhan Dasiyah. Dalam filosofinya, warna hitam tak mudah berubah warna jika tercampur dengan warna lain.