SEMARANG, beritajateng.tv – Sebanyak 36 ribu guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah belum memiliki sertifikat pendidik. Kondisi tersebut berdampak pada kesejahteraan guru, terutama mereka yang mengajar di madrasah swasta dan masih mengandalkan honor dari lembaga masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan jumlah guru di lingkungan Kemenag Jateng mencapai lebih dari 100 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 36 ribu guru belum tersertifikasi dan tersebar di 35 kabupaten/kota.
Menurut Saiful, guru swasta yang belum tersertifikasi hanya mengandalkan honor dari lembaga atau madrasah tempat mereka mengajar. Sementara itu, guru negeri yang belum tersertifikasi masih mengandalkan gaji yang ԁiterima.
“Nah, kalau 36.000 yang belum sertifikasi, artinya bahwa guru yang swasta berarti dia hanya mendapatkan honor di masing-masing lembaga ataupun madrasah yang melaksanakan pendidikan dengan jumlah bervariasi. Tapi bagi yang negeri, tentunya hanya masih mendapatkan gaji saja,” kata Saiful saat ԁitemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah belum lama ini.
BACA JUGA: Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dosen UIN Walosongo Semarang, Kemenag Lakukan Pemeriksaan
Ia menjelaskan, besaran honor yang ԁiterima guru swasta berbeda-beda, bergantung pada daerah dan lembaga pendidikan tempat mereka mengajar. Karena itu, pihaknya tidak bisa memastikan rata-rata honor yang ԁiterima para guru tersebut.
“Ya, tergantung. Itu macam-macam di daerah dan di lembaga sekolahannya masing-masing. Kita enggak bisa mengukur itu,” ujarnya.
Saiful menilai, sertifikasi guru tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi juga dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Menurutnya, perhatian pemerintah melalui sertifikasi ԁiharapkan mampu memotivasi guru agar mutu pembelajaran semakin baik.
“Dampaknya tentu ini kan akan memengaruhi di dalam hal terkait dengan pengajaran. Tapi kalau sudah mendapatkan sertifikasi, artinya dia sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah, kita bisa memberikan motivasi agar mutu di dalam hal mengajar bisa naik,” jelasnya.





