Uncategorized

5 Fakta Gadis Kretek Netflix, Kisah Cinta Berbalut Sejarah yang Menginspirasi

×

5 Fakta Gadis Kretek Netflix, Kisah Cinta Berbalut Sejarah yang Menginspirasi

Sebarkan artikel ini
gadis kretek netflix
Dian Sastrowardoyo di Gadis Kretek Netflix. (foto: IMDB)

SEMARANG, beritajateng.tv – Gadis Kretek kini sudah bisa kamu tonton di platform streaming Netflix. Berikut 5 (lima) fakta tentang serial tersebut.

Kisah cinta berbalut sejarah merupakan hal yang bisa kita sebut untuk mendeskripsikan Gadis Kretek secara singkat.

Mengapa bersejarah? Hal ini karena Gadis Kretek mengambil latar pasca penjajahan Belanda di jaman dahulu. Jadi, jika kamu ingin bernostalgia atau sekedar ingin mengetahui bagaimana suasana tempo dulu, serial Netflix satu ini bisa menjadi referensi tontonan.

Gadis Kretek ini ternyata tak sembarang serial Netflix lho. Sebab, tontonan ini bertabur bintang terkenal, seperti Dian Sastrowardoyo dan Ario Bayu.

Tayang sejak 2 November kemarin, berikut beberapa fakta serial yang diarahkan oleh Kamila Andini.

5 Fakta Gadis Kretek Netflix

1. Adaptasi novel terkenal

Serial Indonesia original Netflix ini rupanya diadaptasi sebuah novel karya Ratih Kumala yang terbit pada tahun 2012 lalu. 

BACA JUGA: Gadis Kretek Netflix: Bisnis Keluarga Pasca Penjajahan Belanda yang Seru

Bukan sembarang novel, Gadis Kretek pernah menerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa di tahun yang sama, di mana ajang ini merupakan sebuah penghargaan di dunia kesastraan Indonesia yang didirikan oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki sejak tahun 2001.

2. Terinspirasi dari kisah keluarga sang penulis

Kisah Gadis Kretek sendiri terinspirasi dari masa lalu kakek sang penulis novel yang sempat mendirikan pabrik kretek pada zaman-zaman itu. Namun, usaha rumahan yang berada di kawasan Jawa Tengah ini sayangnya harus gulung tikar. 

Kisah karya Ratih Kumala ini sendiri rupanya ia tulis dan persembahkan untuk almarhum eyang kakungnya, beserta anaknya.

3. Sinopsis 

Menggunakan latar Indonesia pada tahun 1960-an, Gadis Kretek menceritakan tentang Soeraja, seorang pemilik pabrik kretek Djagat Raya yang kerap memanggil-manggil nama ‘Jeng Yah’ saat ia tengah sekarat. 

Namun sosok ini bukanlah istri Soeraja, sehingga membuat ketiga anaknya mencari wanita yang kerap ayah mereka sebut hingga ke pelosok Jawa Tengah.