700 Keluarga Terdampak Rob, Ita Berikan Bantuan Logistik Warga Tambaklorok

Plt Walikota Semarang memberi bantuan ke warga terdampak Rob di Tanjung Mas. /Foto: Ellya.

SEMARANG, 2/12 (BeritaJateng.tv) – Banjir Rob yang melanda pesisir utara Kota Semarang berdampak pada 700 keluarga. Ratusan keluarga itu tersebut di 9 RT di RW 15 Tambak Lorok Kota Semarang.

Guna meringankan korban terdampak, Pemkot Semarang bergegas mencair bantuan sosial tak terduga (BTT).

Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu yang meninjau lokasi terdampak banjir rob mengatakan, BTT akan segera dicairkan dan dibagikan ke korban terdampak seperti saat banjir bandang di wilayah Ngaliyan dan Tugu.

Selain BTT, Pemkot Semarang juga tengah menyalurkan bantuan pangan untuk ratusan warga terdampak banjir rob.

“Banjir Rob datang saat dini hari, ketinggian air juga tidak biasa karena mancapai 75 sentimeter,” kata Plt Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita itu saat meninjau lokasi terdampak banjir rob di Tambak Lorok, Jumat (2/12/2022).

Beberapa rumah warga dikatakan Mbak Ita teredam air cukup dalam. Bahkan beberapa harta benda tidak bisa diselamatkan karena terendam air.

Hal itu dikatakan Mbak Ita tidak seperti banjir rob biasanya. “Memang ramalan dari BMKG terjadi gelombang tinggi dari 30 November hingga 2 Desember,” jelasnya.

Mbak Ita berujar, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Ia juga mendorong agar pembangunan sheet pile di pesisir utara Kota Semarang segera dikebut.

Hingga kini proses pembangunan sheet pile ditahap penganggaran dan pengesahan dokumen di Kementerian PUPR.

“Tinggal menunggu pengesahan dan akan segera direalisasikan pembangunannya,” ujarnya.

Sheet pile di Tambak Lorok dikatakan Mbak Ita memiliki panjang 1,3 kilometer. Selain sheet pile akan dibuat kolam retensi di untuk menampung air hujan.

“Harapan kami setelah dibangun sheet pile tidak terjadi banjir rob lagi. Informasi dari BBWS maksimalkan pembangunan satu tahun semoga 2023 pembangunan selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Camat Semarang Utara Margo Hariadi mengatakan, ada sekitar 700 warga yang terdampak Rob.

“Disini ada 35 RT dan yang terdampak ada sekitar 15 RT yang berada di bantaran eks Kali banget dan Eks BKT. Saat ini kondisinya sudah mulai surut dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi Rob tinggi seperti yang terjadi pukul 02.00 WIB seperti semalam, ” ujar Margo. (Ak/El)

Tinggalkan Balasan