SEMARANG, beritajateng.tv – Jaringan Swiss-Belhotel Internasional Yogyakarta dan Jawa Tengah mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di Stasiun Tawang Bank Jateng, Kota Semarang, Selasa 13 Mei 2025.
Menariknya, CSR yang Swiss-Belhotel lakukan kali ini ialah memijat porter hingga petugas kebersihan yang mengabdi di Stasiun Tawang, di sela-sela padatnya pengunjung saat libur panjang akhir pekan.
CSR yang melibatkan Hotel Ciputra Semarang, Swiss-Belhotel Solo, Swiss-Bellin Saripetojo Solo, Zest Hotel Parangraja Solo, Swiss-Belboutique Yogyakarta, Zest Hotel Yogyakarta, dan Swiss-Belexpress Yogyakarta itu menjadi bentuk kepedulian mereka terhadap porter dan petugas stasiun.
BACA JUGA: Meriahkan Halalbihalal, Bank Jateng Purworejo Hadiahi Mobil ke Nasabah Tabungan Bima
Bahkan, seluruh General Manager (GM) turun langsung untuk memijat porter yang ada di lokasi.
General Manager Swiss-Belhotel Solo Suwarno mengungkap hadirnya CSR ini sekaligus menjadi perekat bagi jaringan Swiss-Belhotel Internasional yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Selain itu, Suwarno juga berharap pijat kepada para porter bisa meringankan beban mereka yang telah bekerja keras, utamanya saat lonjakan pengunjung di libur panjang akhir pekan.
“Secara internal kita bisa lebih erat, karena bisa jaga silaturahmi antar-Swiss-bel Jateng dan Jogja. Kita ingin berbagi, semoga apa yang sudah kita lakukan ini bisa meringankan beban bapak pekerja di sini dan bisa jadi inspirasi bagi usaha lain untuk melakukan hal yang sama,” ungkap Suwarno.
Bantu layani tamu Swiss-belhotel, porter Stasiun Tawang dapat apresiasi berupa pijat
Terpilihnya Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng sebagai lokasi CSR bukan tanpa alasan.
General Manager Ciputra Hotel Semarang Erny Kusmastuti mengungkap kehadiran stasiun itu turut berperan dalam okupansi dan kesuksesan hotelnya.
“Karena sekarang mode transportasi Indonesia kan orang sudah pakai KA, ini luar biasa. Salah satu contohnya, Hotel Ciputra Semarang banyak tamu yang menggunakan jasa dari stasiun,” ujar Erny.
Kendati begitu, Erny menyebut eksistensi porter dan petugas stasiun masih terpandang sebelah mata. Hal itu mendorongnya untuk mengadakan CSR yang menyasar para porter dan petugas stasiun lainnya.
“Yang tidak pernah kita lihat adalah teman-teman porter. Mereka sudah menjaga tamu kita tidak hanya di Semarang, tapi Solo dan Jogja. Kita beri bantuan kecil yang maknanya rasa terima kasih karena sudah berjuang untuk hotel kita,” tuturnya.
BACA JUGA: Bank Jateng Tancap Gas Dukung KPR Subsidi untuk Pekerja Informal
Erny menyebut, ada 100 bantuan sembako yang ia bagikan kepada porter dan petugas lainnya. Mulai dari petugas parkir hingga kebersihan.
“Pijat adalah bentuk surprise kita kepada teman-teman semua. Kita ingin down to earth, bahwa sebagai rasa terima kasih kita, kita ikut merasakan penderitaan, lelah mereka, mengangkat barang tamu kita, kita beri surprise berupa massage,” pungkas Erny. (*)
Editor: Farah Nazila













