SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Agama (Kemenag) buka suara perihal video viral sekelompok orang berdzikir di Candi Prambanan pada Kamis, 25 Desember 2025 lalu.
Video yang beredar memperlihatkan 11 orang duduk bersila menghadap candi sambil melantunkan zikir. Diketahui, kelompok tersebut dipimpin seorang pria asal Grobogan yang mengelola sebuah pondok pengajian dan pengobatan tradisional di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara.
Kepala Kemenag Jepara, Akhsan Muhyiddin, membenarkan hal tersebut. Akhsan menyebut pihaknya telah melakukan pembinaan kepada kelompok tersebut bersama lintas instansi. Ia menegaskan, majelis tersebut tidak mengantongi izin resmi dari Kemenag.
“KTP pimpinannya bukan Jepara, tapi punya tempat kelompok di Jepara. Kami bersama tim dari Kejaksaan, Polres, dan Kesbangpol melakukan pembinaan. Sebenarnya kelompok ini tidak punya izin, tapi karena ini umat, kami dampingi dan kami ajak kembali ke ajaran yang semestinya serta menjaga kerukunan antarumat beragama,” ujar Akhsan saat beritajateng.tv hubungi via WhatsApp, Selasa, 6 Januari 2026.
Kelompok Mengaku Dapat ‘Bisikan Gaib’ Saat Perjalanan ke Yogyakarta
Akhsan menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kelompok tersebut merupakan aliran baru atau bukan. Menurutnya, perlu pendalaman lebih lanjut karena secara kelembagaan kelompok itu belum terdaftar secara resmi.
“Kami belum bisa menyimpulkan ini aliran baru atau lama. Secara administratif juga belum ada. Tapi ada beberapa ajaran yang mestinya tidak boleh. Berdasarkan tabayun kemarin, ada keterangan tentang bisikan gaib,” ungkapnya.
BACA JUGA: Viral Zikir di Prambanan, Kemenag Jateng Tekankan Dialog dan Penghormatan Ruang Sakral
Informasi yang ia himpun di lapangan menyebutkan, rombongan tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan di Parangtritis. Dalam perjalanan pulang, mereka mengaku mendapatkan bisikan gaib yang mengarahkan untuk singgah di Candi Prambanan.
“Informasinya begitu yang teman-teman di lapangan dapatkan. Dari Parangtritis, dalam perjalanan, katanya mendapat bisikan gaib untuk mampir ke Candi Prambanan,” kata Akhsan.
Ia menambahkan, pihaknya belum memiliki data pasti mengenai jumlah anggota majelis tersebut. Saat pembinaan berlangsung, Kemenag hanya bertemu dengan pimpinan kelompok.





