SEMARANG, beritajateng.tv – Di balik terungkapnya empat anak yang disekap dan dirantai, di sebuah rumah di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali terkuak sejumlah fakta.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Semarang, Istichomah, mengungkap hal tersebut saat beritajateng.tv konfirmasi di ruang kerjanya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa 15 Juli 2025.
Menurut Istichomah, dua dari empat korban anak tersebut merupakan warga Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Yakni kakak beradik SAW (14) dan IAR (11).
“Mereka merupakan anak kedua dan ketiga dari enam bersaudara yang tinggal bersama ibu kandungnya. Karena ayahnya merantau ke Medan, Sumatera Utara,” jelasnya.
BACA JUGA: Bocah Dirantai-Kelaparan di Boyolali, Terungkap dari Aksi Nekat Seorang Anak Demi Adiknya
Sedangkan S, orang yang dugaan kuat telah menyekap mereka di Boyolali, lanjut Istichomah, merupakan teman dari ayah SAW dan IAR. Semula keduanya di titipkan S untuk belajar mengaji.
Karena, masyarakat mengenal S sebagai seorang guru ngaji dan alasan penitipan tersebut agar SAW dan IAR belajar agama karena teranggap nakal. Menurutnya perlu ada konfirmasi kembali terkait hal ini.