Jateng

Fokus Program MBG, SMP IT Al-Fateeh Semarang Tak Lagi Langganan Katering

×

Fokus Program MBG, SMP IT Al-Fateeh Semarang Tak Lagi Langganan Katering

Sebarkan artikel ini
MBG Al-Fateeh
Siswa SMP IT Al-Fateeh Semarang saat menerima MBG, Selasa, 14 Oktober 2025. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sejak awal September 2025, SMP IT Al-Fateeh Semarang menjadi salah satu sekolah yang turut menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Hampir sebulan berjalan, pelaksanaan program itu disambut positif baik oleh siswa maupun para orang tua, meski sebelumnya sekolah telah lama memiliki sistem katering sendiri.

Kepala SMP IT Al-Fateeh Semarang, Fitrotul Fajrin, mengungkap bahwa sekolahnya mulai melaksanakan MBG pada Senin, 15 September 2025, dan hingga kini berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Menurutnya, koordinasi dengan pihak penyedia makan (SPPG) berjalan efektif karena adanya grup komunikasi antarsekolah.

“Kalau ada kendala pengiriman, langsung diinformasikan lewat grup, jadi bisa segera ditangani,” ujar Ririn, sapaan akrabnya, saat ditemui di sekolah pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Sebelum adanya MBG, SMP IT Al Fateeh sudah memiliki sistem katering sejak 2018, yang sempat berhenti saat pandemi Covid-19 dan kemudian berjalan lagi hingga 2025.

BACA JUGA: Dukung Prabowo 15 Tahun, Zulhas Minta Kader PAN di Jateng Sukseskan MBG dan Kopdes Merah Putih

Namun, setelah MBG hadir, seluruh layanan katering dihentikan agar sekolah dapat fokus mendukung program pemerintah tersebut.

“Katering berhenti total, tapi sebenarnya menunya hampir sama. Anak-anak juga enggak kaget karena menunya beragam, ada ayam, spageti, sampai burger,” jelasnya.

Ririn menambahkan, siswa SMP IT Al-Fateeh tetap menikmati program MBG. Bahkan, mereka punya menu favorit tersendiri.

“Yang paling anak-anak tunggu itu hari Jumat, karena ada susu UHT. Katanya itu hari paling favorit,” ungkapnya sambil tersenyum.

Sebelum program MBG berjalan, pihak sekolah sempat menawarkan opsi kepada orang tua apakah berkenan mengikuti program tersebut. Hasilnya, hampir 100 persen dari 132 siswa menyatakan setuju.

Orang tua murid SMP IT Al-Fateeh Semarang sempat ragukan program MBG

Namun, sempat ada sebagian kecil orang tua yang ragu mengikuti program MBG karena isu kotak makan berbahan minyak babi yang sempat beredar di media sosial.

“Ada beberapa yang sempat khawatir, tapi setelah kami jelaskan dan lihat langsung prosesnya, mereka akhirnya tenang,” tutur Ririn.

Ia juga menjelaskan, bila ada siswa yang mengalami keluhan kesehatan, sekolah segera berkoordinasi dengan penyedia MBG.

“Kalau misalnya ada yang sakit perut setelah makan, orang tua langsung konfirmasi ke sekolah. Tapi sejauh ini kasusnya kecil, dan dari SPPG juga langsung responsif,” tambahnya.

BACA JUGA: Efek Program MBG Terasa, Omzet Kantin Sehat SDN Pekunden Semarang Turun

Program MBG juga dinilai membawa dampak sosial positif di lingkungan sekolah. Ririn menuturkan, dengan menu yang sama untuk semua siswa, kini tidak ada lagi perbandingan atau “lomba makanan” di antara siswa.

“Kalau dulu, yang satu bawa katering, yang lain bawa bekal atau GoFood, sering ada perbandingan. Sekarang sama semua, jadi lebih kompak,” ujarnya.

Bagi Ririn, kehadiran MBG bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi orang tua, tetapi juga memperkuat sinergi antara sekolah dan pemerintah dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas.

“Program ini membantu banget. Pengeluaran orang tua berkurang, anak-anak senang, dan sekolah bisa fokus mendukung gizi seimbang bagi siswa,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp