Hukum & Kriminal

Aksi Pati Bangkit Gelar Ritual Gabung Khodam, Doakan Sudewo Kembali Lenggang Kangkung di Pendopo

×

Aksi Pati Bangkit Gelar Ritual Gabung Khodam, Doakan Sudewo Kembali Lenggang Kangkung di Pendopo

Sebarkan artikel ini
Loyalis Sudewo
Ketua Ormas Aksi Pati Bangkit, Tirto Sutirto, saat ditemui di depan Pengadilan Tipikor Semarang, Senin, 5 Oktober 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ormas Aksi Pati Bangkit menggelar aksi teatrikal menggunakan replika ԁingklik hingga ritual yang mereka sebut sebagai penyatuan khodam di depan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin, 5 Oktober 2026.

Aksi tersebut ԁilakukan bertepatan dengan sidang pembacaan pledoi Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Ketua Ormas Aksi Pati Bangkit, Tirto Sutirto, menyebut sekitar 600 loyalis Sudewo datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati untuk memberikan dukungan.

“Pertama, giat di depan Tipikor ini, kami loyalis Pak Dewo kurang lebihnya ada 600-an. Karena kami membawa bus medium itu 14, ԁitambah 10 mobil pribadi, dan ada bus long elf,” tutur Tirto.

Tirto menuturkan, para pendukung sengaja mengenakan kaus berbeda dari aksi sebelumnya. Mereka juga membawa gambar Sudewo sebagai simbol dukungan terhadap mantan Anggota DPR RI tersebut.

“Kami memakai kaus beda dari sebelumnya. Ini merupakan acara pleidoi Bapak Sudewo, maka kecintaan kami loyalis Pak Sudewo, membawa gambar Pak Sudewo juga biar ada relevansinya dengan sidang di Tipikor hari ini,” katanya.

BACA JUGA: Desak Sudewo Bebas Tuntutan, Loyalis: Pembangunan Pati Lebih Pesat di Era Pak Dewo Ketimbang Haryanto

Loyalis Sudewo Gelar Teatrikal Dingklik, Simbol Wong Cilik

Tirto mengatakan, massa pendukung Sudewo datang dari sejumlah wilayah di Pati. Massa terbanyak berasal dari wilayah Pati Selatan, sementara sebagian lainnya datang dari Pati Utara dan Pati Kota.

“Alhamdulillah dari loyalis Pak Sudewo, yang sebagian besar tetap Pati Selatan. Tapi ada Pati Utara, beberapa mobil-mobil, bus, mobil pribadi ada. Dari Pati Kota ada dua bus. Untuk terbanyak adalah Pati Selatan busnya,” jelas Tirto.

Dalam aksinya, para loyalis juga melakukan teatrikal menggunakan replika ԁingklik atau kursi kecil. Tirto menyebut ԁingklik ԁipilih sebagai simbol wong cilik yang menurutnya menjadi bagian dari pendukung Sudewo.