SEMARANG, beritajateng.tv – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendatangi Polda Jateng, Jumat, 30 Agustus 2024, hal itu berkaitan dengan meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip).
Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Artanto menjelaskan, kedatangan Kemenkes ke Polda Jateng tidak hanya berkaitan dengan tindak lanjut kasus kematian dr. Aulia Risma Lestari. Selain itu juga untuk menelusuri kebenaran isu perundungan mahasiswa PPDS Anestesi Undip yang ada di RSUP dr. Kariadi.
“Temuan hasil investigasi dari Kemenkes dan penyelidikan dari kepolisian, ini akan dilakukan analisa, dan tentunya ini akan dirapatkan bersama lagi dan ditentukan apa hasil pemeriksaan. Barang bukti baik surat, keterangan korban yang ada di handphone,” kata Artanto kepada beritajateng.tv.
Dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam itu, lanjut Artanto, pihaknya akan melakukan analisa lebih mendalam terkait barang bukti yang telah terkumpul. Mulai dari surat maupun keterangan korban yang berada di ponsel milik mahasiswi PPDS Undip tersebut.
Adapun soal barang bukti berupa rekaman suara yang sebelumnya beredar luar di media sosial, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan lebih mendalam. Sebab, ia menyebut jika rekaman yang beredar di media sosial tidak lantas bisa menjadi barang bukti yang kuat.
“Bahan keterangan atau hasil penyelidikan dari Kemenkes akan kita lakukan pendalaman. Kita juga akan uji lab forensik, (terkait suara) ya semuanya, apapun yang perlu diuji kita lakukan pengujian,” lanjutnya.
Adakah bukti perundungan?
Lebih lanjut, Artanto menambahkan jika saat ini, pihaknya juga tengah menunggu hasil otopsi psikologi. Sebagai informasi, otopsi psikologi merupakan salah satu upaya untuk menyelidiki penyebab kematian bunuh diri. Tujuannya adalah untuk mengetahui niat bunuh diri sesuai keadaan psikologis korban.