SEMARANG, beritajateng.tv – Tingkat keterisian kursi pendaftaran sekolah dalam PPDB SMA/SMK Negeri 2024 di Jawa Tengah mencapai 99,96 persen atau 221.779 calon siswa.
Berdasarkan data yang beritajateng.tv terima dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah pada Rabu, 3 Juli 2024, kuota PPDB 2024 untuk SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah sebanyak 221.859 kursi dengan 6.188 rombongan belajar (rombel).
Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 1.334 kursi dengan penambahan 62 rombel ketimbang tahun 2023. Yang mana, tahun 2023 lalu hanya tersedia 220.525 kursi dengan jumlah rombel sebanyak 6.126.
Dari jumlah tersebut, Disdikbud Jawa Tengah menyebut masih ada 78 kursi SMA/SMK Negeri yang belum terisi. Dari data tersebut, alasan kursi kosong tersebut tak lain adalah SMK Negeri yang masih kurang peminat, utamanya pada program keahlian tertentu.
Tak hanya itu, sekolah yang berada di daerah pinggiran dan sulit akses transportasi juga menjadi faktor. Lebih lanjut, calon siswa yang memiliki sekolah swasta atau Madrasah juga membuat adanya kursi kosong selama PPDB SMA/SMK Negeri 2024 di Jawa Tengah.
Kendati demikian, persebaran 78 kursi kosong itu belum dapat diketahui. Kepala Disdikbud Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengaku pihaknya tengah menunggu data dari cabang dinas masing-masing.
Namun, Uswatun membeberkan salah satu SMAN di Jawa Tengah yang memiliki kursi kosong. Adapun SMAN tersebut berlokasi di Petungkriono, Pekalongan.
“Kalau SMAN itu [sejauh ini] ada 2 kursi kosong, itu di SMA Negeri 1 Petungkriyono. Sekolah itu ada di pucuk gunung ya. Untuk SMKN sedang direkap,” ucap Uswatun saat beritajateng.tv hubungi melalui sambungan WhatsApp, Rabu, 3 Juli 2024.
BACA JUGA: Lolos Seleksi PPDB Jawa Tengah 2024, Calon Siswa Wajib ke SMA/SMK Tujuan, Ini Langkah Selanjutnya
Tanggapan Uswatun soal 95 ribu calon siswa tak lulus SMA/SMK Negeri, sebut sekolah swasta sama-sama baik
Di satu sisi, sebanyak 95.007 siswa lulusan SMP terancam tak masuk SMA/SMK Negeri lantaran kuota yang terbatas. Terlebih, per Rabu, 3 Juli 2024, SMA/SMK Negeri telah membuka pendaftaran ulang.
Menanggapi soal ini, Uswatun menyinggung pendaftaran ke sekolah swasta yang baginya sama-sama baik.
“Sekolah negeri, sekolah swasta itu semua sama-sama baik kok. Yang swasta juga saya yakin, ketika memang siswanya tidak mampu, mereka punya kebijakam untuk memberikan keringanan pembiayaan,” ujar Uswatun.
Uswatun membenarkan bahwa jumlah kursi PPDB SMA/SMK Negeri setiap tahunnya terbatas, jika dibandingkan dengan jumlah lulusan SMP. Namun, menurutnya, setiap tahunnya sudah ada penambahan rombel sekaligus kuota siswa.
“Tahun ini ada 62 rombel penambahan atau sekitar 1.334 kursi. Ketika jumlah rombel atau kemampuan daya tampung di sekolah Jateng memang belum mencukupi untuk semuanya, maka ya sekolah swasta pun juga hadir, memiliki tugas yang sama,” sambung Uswatun.
BACA JUGA: Gak Otomatis Masuk Cadangan, Apa Jadinya Kalau Telat Daftar Ulang PPDB SMP Kota Semarang 2024?
Uswatun tak ingin calon siswa sedih berlarut-larut, bukan akhir segalanya
Lebih lanjut, Uswatun pun memberikan semangat kepada calon siswa yang tak lulus seleksi PPDB SMA/SMK Negeri 2024.
Menurutnya, tak lolos di sekolah negeri bukan akhir dari segalanya. Lantaran, ia menganggap para siswa masih bisa berprestasi meskipun masuk sekolah swasta.
“Maka untuk anak-anak semuanya yang belum keterima, ini bukan akhir dari segalanya. Bisa lihat dari berbagai prestasi yang ada di sekolah swasta, ini luar biasa. Banyak sekali prestasi yang membanggakan Jateng,” paparnya.
Uswatun pun tak ingin calon siswa yang tidak mendapat sekolah negeri terlarut dalam kesedihan yang menjadi-jadi.
“Kalau sedih jangan berlarut-larut. Yang sudah keterima, yang bahagia, jangan sampai euforia, karena masih ada tantangan ke depan bahwa kita harus menyelesaikan tahapan ketika udah masuk di jenjang pendidikan menengah. Baik itu bekerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R Qadafi





