Air Sungai Beringin Limpas Sebabkan Banjir Kelurahan Wonosari dan Mangkang Wetan

Plt Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu meninjau lokasi banjir di Mangkang Wetan Semarang.

Semarang, 14/10 (BeritaJateng.gv) – Banjir mengenangi permukiman warga di dua kelurahan pada dua kecamatan di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (13/10/2022).

Banjir disebabkan luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bringin akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis siang.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, terdapat ratusan warga yang terdampak banjir di dua kelurahan, yakni Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, dan Kelurahan Wonosari di Kecamatan Ngaliyan.

“Pada hari Kamis, 13 Oktober 2022, terjadi hujan deras yang mengakibatkan beberapa titik DAS melimpas. DAS Bringin yang sedang dinormalisasi melimpas dan mengakibatkan dua kelurahan tergenang, yaitu Kelurahan Wonosari dan Kelurahan Mangkang Wetan,” tulis Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono, di grup Whatsapp (WA) News BPBD Kota Semarang, Kamis petang.

Dalam laporan tersebut juga tertulis jika ratusan keluarga di Kelurahan Mangkang Wetan turut terdampak banjir yang berasal dari meluapnya Kali Beringin itu. Tercatat ada sekitar 300 KK di Kelurahan Mangkang Wetan yang terdampak banjir pada Kamis petang.

“Untuk wilayah RW 003, RW 004, dan RW 007, air masuk [ke permukiman warga] melalui limasan Kali Beringin dan Kali Bhakti,” tulis Winarsono.

Sementara itu di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, ada setidanya 175 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi pada Kamis siang itu. Ke-175 KK itu terdiri dari 30 KK di RT 001 RW 006, 45 KK di RT 002, 35 KK di RT 003, dan 65 KK di RT 004.

Winarsono menambahkan rata-rata banjir  yang menerjang permukiman warga itu memiliki ketinggian air sekitar 40 sentimeter (cm). Pihak BPBD Kota Semarang pun saat ini telah melakukan penanganan terhadap korban yang terdampak banjir baik di Mangkang Wetan maupun Wonosari.

“Saat ini di jalan dan di kampung masih ada genangan kecil. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Besok pagi [Jumat, 14 Oktober 2022] akan didirikan dapur umum,” ujar Winarsono. (Ak/El)

Leave a Reply