Pendidikan

Banjir Surut, Siswa dan Guru Mulai Bersihkan Sekolah dari Sisa Genangan Air

×

Banjir Surut, Siswa dan Guru Mulai Bersihkan Sekolah dari Sisa Genangan Air

Sebarkan artikel ini
sisa banjir di SDN Muktiharjo Lor
Siswa SDN Muktiharjo Lor mulai membersihkan sisa endapan banjir, Jumat, 31 Januari 2025. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Banjir yang terjadi di Kota Semarang mulai surut sejak Jumat, 31 Januari 2025 pagi. Warga pun mulai bekerja bakti membersihkan sisa endapan genangan air akibat bencana banjir itu.

Seperti yang terlihat di SDN Muktiharjo Lor. Puluhan siswa dan guru tampak gotong royong membersihkan lingkungan sekolah usai terendam banjir kemarin.

Dengan wajah ceria, para siswa saling bersenda gurau sambil membersihkan genangan air yang tersisa di depan kelas mereka.

Kepala SDN Muktiharjo Lor, Ngatijan mengatakan, sekolahnya terendam banjir sejak Kamis, 30 Januari 2025 kemarin lantaran hujan deras yang melanda Kota Semarang selama dua hari berturut-turut.

“Alhamdulillah pada hari ini tidak hujan sehingga banjir sudah surut. Walau begitu air yang sebelah timur baru datahg hari ini,” kata Ngatijan kepada beritajateng.tv.

BACA JUGA: Modifikasi Cuaca Hingga Besok, BPBD Jateng: Ada Dampaknya, Banjir di Semarang Tak Sampai Parah

Ia mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) hari ini tetap berlangsung meski berlangsung lebih singkat. Pasalnya, kondisi kelas memang tidak memungkinkan untuk siswa mengadakan pembelajaran.

Pihak sekolah bahkan memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal dari jadwal pembelajaran.

“Kondisi kelasnya tidak memungkikan, suasananya dingin sekali sehingga kemungkinan pulangnya lebih gasik, misal pulangnya jam 12.30 WIB ini jam 11.30 WIB kita pulangkan,” sambungnya.

Akses siswa ke sekolah susah

Lebih lanjut, karena kondisi ini, pihak sekolah juga tidak memaksa semua siswa untuk berangkat ke sekolah. Pasalnya, dua akses jalan menuju SDN Muktiharjo Lor terputus akibat banjir.

Dari total siswa sebanyak 385 siswa, hanya sekitar 50 persen yang berangkat hari ini. Atau sekitar 200-an siswa.

“Kita tetap melaksanakan pembelajaran tapi seadanya, artinya yang datang 10 siswa tetap kita adakan pembelajaran. Karena akses masuk sini sangat susah, baik lewat Jalan Muktiharjo Raya atau Jalan Genuk Indah,“ ungkap Ngatijan.