SEMARANG, beritajateng.tv – Akademisi sekaligus Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Dr Hj Mila Karmilah menyoroti pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel, Kota Semarang.
Mila juga mempertanyakan keamanan pembangunan proyek, karena lokasinya berada di kawasan yang memiliki potensi gerakan tanah dan terhubung jalur sesar aktif.
Mila menilai pembangunan berskala besar di kawasan tersebut tidak seharusnya hanya melihat dari sisi ekonomi.
Pemerintah dan pengembang, menurutnya, perlu memastikan seluruh aspek tata ruang, lingkungan, kondisi tanah, hingga keselamatan kawasan telah di kaji secara mendalam.
“Kalau berbicara pembangunan mal atau pusat perdagangan modern, itu tentu sangat berorientasi ekonomi. Pertanyaannya, pembangunan untuk siapa dan apakah memang Kota Semarang masih membutuhkan pembangunan pusat perdagangan baru?” kata Mila.
Ia menilai jumlah pusat perbelanjaan dan perdagangan modern di Kota Semarang perlu evaluasi berdasarkan kebutuhan penduduk dan daya tampung kota.
Menurutnya, pembangunan fasilitas ekonomi seharusnya juga mempertimbangkan keberadaan pasar rakyat dan aset pemerintah yang sudah tersedia.
“Kalau memang tujuannya untuk kepentingan masyarakat, kenapa tidak memperbaiki atau membangun pasar rakyat yang lebih baik? Di sisi lain, kita juga punya sejumlah bangunan pemerintah yang terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Mila secara khusus menyoroti kondisi kawasan Gombel yang secara ekologis memiliki kerentanan. Wilayah Gombel masih berkaitan dengan gerakan tanah dan sistem sesar di kawasan Sekaran.
BACA JUGA: Dana BOS Kota Semarang 2026 Aman, Disdik Pastikan Tak Kena Rasionalisasi
“Secara ekologis, kawasan Gombel harus menjadi perhatian karena masih ada potensi gerakan tanah. Kawasan itu terhubung dengan sesar yang ada di Sekaran. Karena itu, setiap pembangunan harus benar-benar memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan,” katanya.
Menurut Mila, pembangunan di kawasan dengan kondisi geologi tertentu harus didahului penelitian terhadap karakteristik tanah. Kajian tersebut menjadi penting sebelum pembangunan berkembang semakin besar.
Ia juga mempertanyakan kelengkapan dokumen lingkungan dan dasar tata ruang dalam pembangunan proyek tersebut.





