Jateng

Akhir dari Penantian 22 Tahun: Jalan Mulus Sambut Harapan Baru di Kedungtuban Blora

×

Akhir dari Penantian 22 Tahun: Jalan Mulus Sambut Harapan Baru di Kedungtuban Blora

Sebarkan artikel ini
arief rohman
Bupati Blora H Arief Rohman sidak progress pembangunan jalan antar Desa di Desa Mojorembun Blora menaiki sepeda motor warga, menyapa anak sekolah, Senin 9 September 2024. (Heri/beritajateng.tv)

BLORA, beritajateng.tv – Setelah penantian selama 22 tahun, kini warga sudah bisa menikmati mulusnya jalan antar desa di Desa Mojorembun, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Bupati Blora Arief Rohman sidak pembangunan tepatnya di Desa Mojorembun, Senin 9 September 2024.

Jalan tersebut menghubungkan Desa Ketuwan – Gondel – Mojorembun. Jalan sepanjang 1,6 km ini dibangun menggunakan anggaran Bankeu Provinsi Jawa Tengah 2024 sebasar Rp4.588.502.000.

Dengan menaiki sepeda motor milik warga, Bupati Blora Arief Rohman meninjau progres pembangunan jalan tersebut.

“Ini karena belum bisa dinaiki mobil, jadi saya pinjam sepeda motor warga. Jalan sudah hampir selesai tinggal perbaikan bahu jalan,” ungkap Bupati.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih di Blora Terus Meluas: Tak Cuma Warga, Kantor Kelurahan pun Terdampak

Pantauan di lapangan, masyarakat Desa Mojorembun, sudah menanti hampir 22 tahun. Dan baru sekarang warga Mojorembun merasakan mulusnya jalan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih pak Bupati (Arief Rohman), jalan ini sudah puluhan tahun warga nantikan. Kita akan menggelar syukuran sepanjang jalan ini bersama warga,” ucap Bima, perangkat Desa Mojorembun saat Arief Rohman temui.

Arief akan terus mencarikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora dari berbagai sumber, agar masyarakat Blora bisa merasakan pembangunan. Karena kalau mengandalkan anggaran dari APBD tidak cukup.

Sebagai informasi, Jalan penghubung antar Desa Ketuwan – Gondel – Mojorembun – Sumber. Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, telah mengalami kerusakan selama lebih dari 13 tahun tanpa perbaikan. Hal ini menyebabkan berbagai kesulitan bagi penduduk setempat.

BACA JUGA: Upayakan Pembangunan Pasar Ngawen, Bupati Blora Ajukan Berkas Perencanaan ke Kementerian PUPR

Kondisi jalan yang buruk menghambat transportasi, baik untuk mobilitas pribadi maupun pergerakan hasil panen pertanian. Selain itu, akses jalan yang tidak memadai seringkali menunda bantuan medis, membahayakan keselamatan jiwa.