BLORA, beritajateng.tv – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora menggelar debat pertama pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Senin 4 Oktober 2024, di Gedung Graha Larasati Blora, Jawa Tengah.
Dalam acara tersebut, terjadi beberapa kesalahan yang KPU akui, dan mereka berjanji akan melakukan evaluasi untuk debat selanjutnya.
Ketua KPU Blora, Widi Nurintan, menyatakan bahwa kesalahan terjadi pada sesi tanya jawab yang melibatkan pasangan calon (paslon).
Dimana, harusnya hanya satu paslon yang mengambil pertanyaan, tapi pada debat tadi kedua calon Bupati mengambil pertanyaan, sudah diperbaiki saat sesi calon wakil Bupati
BACA JUGA: Kritik Keras Debat Perdana Pilgub Jateng, Pengamat Politik Sebut Salah Satu Paslon Cuma Membebek
Hal ini menyebabkan kebingungan di antara panelis yang mengatur jalannya debat, apalagi ditambah para pendukung yang seharusnya hanya bertempuk tangan malah saling bersorak, melemparkan yel yel.
Situasi semakin memanas ketika para pendukung masing-masing paslon saling bersorak, yang membuat suasana debat semakin tidak terkendali.
Meskipun demikian, KPU memutuskan untuk melanjutkan debat hingga selesai tanpa menghentikan acara.
Widi menambahkan, KPU akan mengevaluasi pelaksanaan debat ini agar kesalahan serupa tidak terulang pada debat kedua yang akan datang. “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas acara debat di masa mendatang,” ujarnya.
BACA JUGA: Tanpa Lawan, Paslon Tunggal Dewo-Lintarti Ungkap 13 Program Unggulan di Debat Pilkada Banyumas
KPU berharap masyarakat dapat memberikan masukan konstruktif untuk penyelenggaraan debat selanjutnya, sehingga dapat berlangsung lebih baik dan lebih teratur. (*)
Editor: Farah Nazila





