SEMARANG, beritajateng.tv – Fenomena cuaca ekstrem akan terjadi di Jawa Tengah (Jateng) mulai Mei 2023. Musim kemarau sejatinya telah muncul pada pertengahan April 2023 di sejumlah kabupaten/kota di Jateng.
Hal tersebut berdasarkan hasil konfirmasi oleh Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat BPBD Jateng Dikki Rulli Perkasa, Jum’at 05 Mei 2023.
“Jadi sesuai dengan prakiraan teman-teman BMKG, itu tadi yang saya sebut dengan fenomena cuaca ekstrem itu ya kan. Kita masih ada musim hujan yang curahnya luar biasa. Dan periode kekeringan itu masih ada yang tinggi juga,” ungkapnya, Jum’at 05 Mei 2023.
Menurut keterangannya, Pemerintah dalam hal ini Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi telah menyampaikan kepada Kepala Daerah di berbagai wilayah Indonesia untuk mencegah terjadinya Karhutla akibat dari fenomena cuaca ekstrem ini.
“Tapi kan Jateng itu jauh, biasanya itu (yang rawan Karhutla dan menyumbang asap) itu Sumatera dan Kalimantan,” imbuhnya.
“Kalau di kita (BPBD Jateng) karena kita lebih kecil, kita lihat bareng Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi. Kita punya aplikasi SIPONGI yang maskotnya Orang Utan itu,” terangnya.
Sebagai antisipasi menghadapi fenomena cuaca ekstrem, BPBD Jateng telah melihat titik-titik potensial terjadinya bencana. Adapun titik-titik rawan tersebut bisa terlihat dengan citra satelit.
Fenomena Cuaca Ekstrem, Waspada Si Jago Merah
Tak hanya itu, BPBP Jateng selalu mengimbau masyarakat yang terdampak kemarau untuk selalu siap siaga. Salah satunya adalah mengurangi bahan yang mudah menimbulkan percikan api.
“Begitu selesai membuat api unggun itu betul-betul harus sudah padam, kalau masyarakat yang punya lahan harus melihat hal-hal seperti itu,” paparnya.
Selain itu, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak juga langkah antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, khususnya bagi masyarakat yang berkecimpung di sektor pertanian.
“Yang paling baru itu pemanfaatan limbah pertanian untuk makan ternak kita, limbah pertanian itu diolah kembali untuk pakan hijau misalnya,” terangnya.
Sebagai informasi, Stasiun BMKG Klimatologi Kelas I Semarang memperkirakan musim kemarau terjadi sejak pertengahan April 2023 atau pada dasarian II. Adapun daerah yang telah mengalami kemarau pada saat itu ialah Kota Pekalongan, Kabupaten Rembang, sebagian Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Pati.
Musim kemarau tersingkat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Banyumas dan sisi selatan Cilacap, yakni dengan rentang waktu 3,5 bulan atau 10 dasarian.
Sementara daerah yang akan mengalami fenomena cuaca ekstrem ialah Pulau Karimunjawa, Kota Pekalongan, sebagian kecil Kabupaten Tegal, Kabupaten Pati, sisi utara Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Rembang. Daerah tersebut berpotensi terjadi kemarau dengan rentang waktu 7,5 bulan atau 22 dasarian (*).
Editor: Andi Naga Wulan.





