“Kami optimistis targetnya 2030-2031. Semua tergantung pematangan lahan. Mudah-mudahan berjalan lancar dan bisa opening paling lambat 2030,” katanya.
Pakuwon juga tidak menganggap kehadiran pusat perbelanjaan baru sebagai ancaman bagi bisnis yang sudah ada di Semarang. Persaingan justru dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas.
“Pakuwon tidak pernah takut bersaing. Dengan adanya persaingan, kita justru semakin maju dan bisa mengoreksi diri kalau ada kekurangan,” tegas Paulus. (*)





