Alasan Ratusan Calon Jamaah Haji di Blora Gagal Berangkat

Kemenag Blora .

BLORA, 31/5 (BeritaJateng.tv) – Sebanyak seratus lebih calon jamaah haji di Kabupaten Blora, Jawa Tengah gagal berangkat ke tanah suci.

Mereka yang seharusnya berangkat di 2020 karena pandemi tidak jadi berangkat lagi tahun ini, lantaran ada aturan dari Pemerintah Arab Saudi yang menyebabkan mereka tidak bisa berangkat.

Kepala Kementrian Agama (Kakemenag) Kabupaten Blora, H.M Hafidz megatakan bahwa  pemberangkatan Haji tahun ini, ada aturan dari Pemerintah Arab Saudi, usia diatas 65 keatas tidak bisa berangkat Haji.

“Pemberangkatan Haji di Kabupaten Blora,  aturan usia 65 keatas tidak berangkat  karena itu aturan dari Pemerintah Arab Saudi,” kata Hafidz, Selasa (31/5/2023).

Kemudian, lanjut Hafidz, Jumlah calon jamaah Haji di Kabupaten Blora yang berangkat fik 288, namun hari ini ada yang meninggal satu dari Kecamatan Randublatung. Jadi jumlahnya dikurangi satu.

“Untuk pemberangkatan Haji di Blora nanti tanggal 30 Juni, kloter 40, masuk asrama Haji Donohudan  jam 10.00 WIB, sedangkan kloter 41 sampai Donohudan jam 19.00 WIB,” jelasnya.

Ditambahkan Hafidz, tahun ini usia jamaah haji termuda adalah 21 tahun tertua 65 tahun. Ia berharap beralihnya masa pandemi ke normal ini, mudah mudahan di 2023 nanti tidak ada batasan usia.

“Karna mungkin dengan pandangan dari Arab Saudi, mengenai yang rentan terkena penyakit adalah 65 tahun keatas. Maka untuk pembatasan usia itu mungkin hanya di tahun 2022. Dan yang berangkat haji tahun ini mestinya masa tunggu 2020 sudah berangkat,” imbuhnya.

Sedangkan porsi di Kabupaten tahun 2020 itu ada 609 jamaah. Karena ada pembatasan usia untuk tahun ini, yang sudah fik sampai hari ini yang berangkat 288 dikurangi satu meninggal dunia. (Her/El)

Leave a Reply

Your email address will not be published.