SEMARANG, beritajateng.tv – Peluang Andrea Pirlo menangani Timnas Italia akhirnya tertutup. Federasi memilih arah berbeda untuk mengisi kursi pelatih Gli Azzurri.
Keputusan tersebut muncul setelah peluang Pirlo mendapat sorotan baru. Kerja sama komersialnya dengan pihak luar memicu keraguan di internal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Sejumlah media olahraga melaporkan kondisi itu membuat peluang Pirlo menangani Timnas Italia semakin menipis. Nama mantan gelandang Gli Azzurri itu kini tak lagi menjadi pilihan utama.
Kontroversi Kerja Sama Komersial Pirlo
Paolo Maldini sempat menempatkan Andrea Pirlo sebagai kandidat terdepan. Pilihan itu muncul setelah Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti menolak tawaran FIGC.
BACA JUGA: Tren Olahraga Padel Jadi Warna Baru Perayaan Anniversary Horison Hotels Group ke-23
Namun, peluang Pirlo kemudian menuai polemik. Kerja sama bisnis di Uni Emirat Arab serta status duta perusahaan asing ikut menjadi sorotan.
Kontroversi tersebut berkaitan dengan isu politik seputar perang Rusia-Ukraina. Kondisi itu semakin memperkecil peluang Pirlo melatih Timnas Italia.
Pirlo Buka Suara Soal Polemik
Andrea Pirlo mengaku sedih melihat polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Perdebatan itu berkaitan dengan peluangnya menangani Timnas Italia.
“Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Italia,” ujar Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
Pirlo memilih tidak banyak berbicara selama proses berlangsung. Sikap itu ia ambil sebagai bentuk penghormatan kepada federasi sebelum memberi penjelasan resmi.
Pirlo menegaskan sikap diamnya bukan tanpa alasan. Menurutnya, keputusan itu lahir sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh pihak terkait.
“Karena menghormati lembaga-lembaga, Federasi, dan semua orang yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, saya merasa sudah sepatutnya saya mengklarifikasi beberapa aspek,” ujar Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
BACA JUGA: Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026
Pirlo menegaskan seluruh aktivitas profesionalnya berjalan sesuai ketentuan hukum. Ia juga selalu mematuhi setiap kesepakatan kerja yang telah disetujui.
Pirlo Bantah Motif Politik
Pirlo menegaskan seluruh kariernya selalu berjalan sesuai hukum dan kontrak kerja.
“Sepanjang karier saya, pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih, saya selalu menjalankan tugas saya dengan penuh hormat terhadap hukum negara tempat saya bekerja, dan kontrak yang saya tandatangani,” ujar Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
Pirlo juga membantah adanya unsur politik dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, seluruh kontrak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga dan bisnis.
“Kerja sama profesional yang menjadi subjek kontroversi baru-baru ini terjadi sebagai bagian dari pengalaman kerja saya di Uni Emirat Arab dan sepenuhnya bersifat komersial dan olahraga,” kata Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
Pirlo menolak tuduhan yang mengaitkan pekerjaannya dengan kepentingan politik.
“Mengaitkan makna politik pada kerja sama ini berarti mengaitkan tuduhan kepada saya yang tidak pernah saya ungkapkan dan yang tidak saya pegang,” ujar Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
Pirlo juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran FIGC. Ia menghargai kepercayaan yang diberikan selama proses negosiasi berlangsung.
“Saya ingin berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas rasa hormat dan kepercayaan yang mereka tunjukkan kepada saya. Saya tahu kompetensi mereka, keseriusan mereka, dan kecintaan yang selalu mereka curahkan kepada sepak bola Italia,” ujar Andrea Pirlo, mantan pemain Timnas Italia.
Hingga kini, FIGC belum mengumumkan pelatih baru Timnas Italia. Sementara itu, peluang Andrea Pirlo semakin mengecil setelah polemik yang mengiringi proses pencalonannya.(*)





