SEMARANG, beritajateng.tv – Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Muhamad Mardiono, menilai program gentengisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menghidupkan kembali industri rakyat berbasis tradisi lokal.
Program tersebut ia nilai tak sekadar menyangkut pilihan material bangunan, tetapi juga berdampak langsung pada kemandirian ekonomi masyarakat.
“Gentengisasi ini bagian dari upaya pemerintah membangun ekonomi rakyat. Selama ini masyarakat tidak begitu menyadari dampak dari pergeseran penggunaan genteng ke seng,” kata Mardiono saat beritajateng.tv temui di Hotel Patra Semarang & Convention belum lama ini.
Menurutnya, penggunaan seng sebagai atap rumah memiliki keterbatasan karena yang memproduksi industri besar dan tidak bisa rakyat hasilkan secara mandiri. Selain itu, daya tahan seng dinilai lebih terbatas karena berpotensi mengalami karat seiring waktu.
BACA JUGA: Pengusaha di Jateng Sambut Baik Ide Gentengisasi Prabowo: Tanah Liat di Grobogan Potensial
“Kalau seng, rakyat tidak bisa memproduksi; itu diproduksi oleh industri, ketahanannya juga terbatas. Beda dengan genteng,” ujarnya.
Mardiono menjelaskan, genteng merupakan produk yang sejak lama diproduksi secara tradisional oleh masyarakat. Industri genteng melibatkan kelompok usaha kecil, menyerap tenaga kerja lokal, serta memanfaatkan bahan baku dalam negeri. Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat terjadi langsung di tingkat desa dan daerah.
“Genteng itu diproduksi oleh rakyat, oleh industri-industri kecil. Ini yang ingin kami kembalikan, yaitu industri kerakyatan dan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Mardiono: Gentengisasi Sejalan dengan Tugas Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan
Mardiono menambahkan, gentengisasi sejalan dengan tugasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Menurutnya, penopang ketahanan nasional tidak hanya ketersediaan pangan, tetapi juga kekuatan ekonomi rakyat. Ketika rakyat memiliki industri yang hidup, daya beli meningkat dan kesejahteraan menjadi lebih merata.
Dalam kesempatan itu, Mardiono juga menekankan pentingnya pengawalan terhadap seluruh program pemerintah. Ia mengajak kader partai dan anggota DPRD di seluruh Indonesia untuk bersinergi mengawal kebijakan agar berjalan sesuai tujuan dan tidak ada penyalahgunaan.





