Sekolah ini, kata dia, yakni untuk para pengurus maupun pendamping koperasi. Di dalam sekolah itu terdapat pengenalan aplikasi digital yang merupakan inovasi APP multifungsi.
“Jadi satu APP yang bisa kita pakai untuk pembayaran, untuk transfer, untuk PPOB, beli pulsa, bayar BPJS, dan bahkan bisa untuk tarik tunai,” jelasnya.
Ia mengungkap bahwa APP ini sekaligus akan UKSW kembangkan menjadi Koperasipedia yang bisa untuk marketplace produk-produk yang ada di koperasi-koperasi di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Bina Kopdes Merah Putih, Pemerintah Siapkan 100 Koperasi Besar Nasional Sebagai “Kakak Asuh”
“Ini menjadi bagian dari kontribusi UKSW untuk mendukung program pemerintah dalam penguatan kapasitas dari pengurus koperasi dan juga pendamping koperasi,” imbuhnya.
Sekolah koperasi digital itu UKSW desain dengan beberapa kali pertemuan dengan kurikulum tata kelola kelembagaan, tata kelola studi kelayakan, serta penguatan akuntansi dan manajemen.
“Kurang lebih ada 12 kali pertemuan dan kami justru akan memulai di daerah terlebih dahulu, yaitu di NTT dan Papua. Tetapi di Kota Salatiga tentu juga akan menjadi prioritas kami, karena keberadaan UKSW di Kota Salatiga,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





