Jateng

ASITA Jateng Ungkap Penyebab Wisata Pantura Kalah dari Pansela dan DIY

×

ASITA Jateng Ungkap Penyebab Wisata Pantura Kalah dari Pansela dan DIY

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi perahu wisata di danau Rawapening, Kabupaten Semarang. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

Sebagai tindak lanjut, Ririn mendorong pemerintah daerah di kawasan Pantura untuk lebih serius membenahi sektor pendukung pariwisata, mulai dari infrastruktur hingga penguatan SDM dan strategi promosi yang lebih kreatif.

Salah satu wisatawan asal Bekasi, Zafira, mengakui bahwa ia lebih senang berwisata ke daerah selatan pulau Jawa, seperti Yogyakarta. Menurutnya, Yogyakarta lebih menjanjikan wisata dan pemandangan yang bisa merilekskan pikiran.

“Lebih sering ke Yogyakarta, karena tempat-tempatnya banyak tahu di sosmed. Pantai-pantainya juga bagus, kafe-kafe baru biasanya viral di Instagram atau TikTok. Jadi lebih yakin aja,” kata Zafira.

BACA JUGA: Sambut HUT ke-479 Kota Semarang, Daftar Wisata Berikut Ini Gratis Kamu Kunjungi

Ia mengaku ingin mengeksplor Jawa Tengah khususnya Kota Semarang. Namun, ia kesulitan mencari referensi destinasi wisata.

“Sebenarnya aku ingin eksplor juga, biar enggak selalu ke Kota Lama atau Lawang Sewu. Kalau pantai yang bagus biasanya ya Karimun Jawa, tapi menurutku biayanya lumayan mahal kalo dibandingin ke Yogyakarta,” katanya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp