Dwi menyebut bangunan sekolah terakhir kali mendapatkan renovasi besar pada era 1990-an. Saat ini terdapat sekitar 298 siswa yang belajar di sekolah tersebut dengan dua rombongan belajar di setiap tingkat.
Meski fasilitas mengalami kerusakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal. “Kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali sekolah ini agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, M. Ahsan, memastikan SD Negeri Pendrikan Lor 02 telah masuk dalam daftar prioritas rehabilitasi pada tahun 2026.
“SD Negeri Pendrikan Lor 02 sudah masuk skema perbaikan tahun 2026. Harapannya, setelah diperbaiki nanti proses pembelajaran menjadi lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” kata Ahsan.
Ia menjelaskan, perbaikan akan mencakup kerusakan kategori sedang maupun berat. Tim sarana dan prasarana Dinas Pendidikan masih melakukan asesmen untuk menentukan tingkat kerusakan setiap bangunan.
“Ada bagian yang masuk kategori sedang dan ada yang berat. Semua akan kami asesmen terlebih dahulu agar penanganannya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ahsan menambahkan, pada tahun 2026 Dinas Pendidikan Kota Semarang mengalokasikan rehabilitasi lebih dari 30 titik sekolah dasar yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Program tersebut akan berlanjut pada 2027 dengan target lebih dari 40 lokasi.
“Tahun ini sudah ada puluhan titik yang masuk program rehabilitasi. Sebagian sudah berproses, baik tahap lelang maupun mulai pengerjaan. Kami berharap seluruh perbaikan bisa berjalan sesuai jadwal sehingga sekolah-sekolah yang rusak dapat kembali memberikan rasa aman bagi peserta didik,” pungkasnya. (*)





