“Kami tidak berkomentar resmi tidak resminya, namun ini dilakukan kepada anak di bawah umur yang seharusnya mendapat perlindungan dari negara,” tekannya.
Ibu korban dalam kondisi syok dan terima intimidasi
Lebih lanjut, Alif menyebut bahwa DJP saat ini masih dalam kondisi syok pasca kepergian anaknya. DJP masih belum siap untuk tampil ke publik.
“Saat ini ibu kandung bayi sangat terguncang, secara moril dan psikis,” tekannya.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Amal Lutfiansiah, menambahkan, keluarga korban saat ini mendapat intimidasi. Intimidasi itu berupa verbal baik langsung maupun tidak langsung.
BACA JUGA: Kronologi Anggota Polda Jateng Bunuh Bayi 2 Bulan: Cekik di Mobil Saat Ibunya Belanja
“Mungkin agar korban tidak speak up, agar tidak lanjut laporan, dan melalui jalur damai. Loh ini meninggal secara tidak wajar kok mau damai seperti apa? Aneh,” kata Amal.
Namun, ia enggan menduga-duga siapa pelaku intimidasi itu, apakah keluarga pelaku atau institusi polisi.
“Kami tidak mau berspekulasi mengenai itu, tapi yang jelas ada upaya-upaya untuk intimidasi maupun intervensi,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi
Respon (2)