Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa proyek peninggian Jalan Kaligawe Raya merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) RI.
“(Proyek) mulai minggu ini, dari pertigaan traffic light Terboyo sampai terowongan Tol Kaligawe. Itu tingginya cukup lumayan, tapi karena itu pekerjaan PU pusat ditinggikan semua ruas jalan satu meter. Sungai sampingnya akan di pasang sheetpile,” kata Suwarto.
Pekerjaan ini sebagai bagian dari upaya penanganan banjir dan rob yang selama ini kerap melanda kawasan tersebut.
“Kaligawe ini jalur vital dan sering tergenang, baik akibat hujan deras maupun rob. Dengan peninggian jalan, diharapkan genangan bisa di minimalkan dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu,” ujar Suwarto.
Ia menambahkan, kawasan Kaligawe sempat terendam banjir lebih dari sepekan pada Oktober 2025 akibat curah hujan tinggi. Kondisi itu menjadi salah satu dasar percepatan proyek peninggian jalan.
“Ini pekerjaan timbunan, dengan pemberian lapis bawas, bahan agregat, dan LPA, kemudian beton 30cm standar nasional dan beton tipis. Targetnya 2026 ini bisa rampung karena panjangnya hanya 1,8 km,” imbuhnya.
Menurut dia, peninggian ini akan di barengi dengan peninggian pedestrian dan pengecoran bagian tengah jalan.
“Kita tidak ada pekerjaan di sana. Hanya kami mendampingi adanya utilitas,” imbuhnya.
BPJN, lanjut dia, telah melakukan normalisasi Kali Sringin, dan membuat sodetan permanen di kawasan kampus Unissula. Sementara untuk di sisi kanan, akan apabila terjadi genangan akan di upayakan dengan pompa. (*)
Editor: Elly Amaliyah





