SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut akan membawa seluruh limbah minyak dari Dubai, Uni Emirat Arab, ke Jawa Tengah.
Hal itu Luthfi sampaikan di sela sambutannya dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis, 15 Januari 2026 sore.
Mulanya, Luthfi menyampaikan bahwa ia akan melaksanakan ibadah umrah malam nanti. Ia pun menyerahkan tugas legislatifnya kepada Wakil Gubernur Gus Yasin dan Sekda Sumarno.
“Pukul 00.00 kami akan umroh, dan sebagai pertanggungjawaban dinas, Gus Yasin nanti akan menggantikan selama [saya] umroh, dengan Pak Sekda. Ini sebagai surat perintah lisan untuk menjalankan pemerintahan selama tidak ada,” ujar Luthfi.
BACA JUGA: Viral Kebakaran Penampungan Minyak Mentah di Blora
Ia pun meminta doa agar ibadah umrahnya berjalan lancar sekaligus mendoakan kesembuhan orang tuanya yang tengah sakit.
Namun, di tengah sambutan tersebut, Luthfi menyinggung rencana investasi yang akan ia bawa ke Jawa Tengah, bahkan saat ia menjalankan ibadah umrah.
“Tetapi yang paling pokok juga yang tidak kalah pentingnya, sampai umrah pun saya menggunakan investasi. Jadi Dubai ini limbahnya minyak, [dari] seluruh Dubai akan dibawa ke Provinsi Jawa Tengah,” ucapnya.
Rencana Bawa Limbah Minyak Dubai ke Jateng, Luthfi Ungkap Dapat Pendanaan dari Brunei Darussalam
Luthfi menjelaskan, dalam rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan berperan menyiapkan lahan serta mengurus perizinan melalui badan usaha milik daerah (BUMD).
“Tugasnya Provinsi Jawa Tengah cari lahan. BUMD kita nanti nyari izin, investasi, semuanya,” katanya.
Tak hanya itu, Luthfi menyebut rencana pengolahan limbah minyak tersebut akan terintegrasi dengan proyek industri pupuk skala besar. Ia mengatakan pendanaan proyek tersebut berasal dari Brunei.
“Pabrik dan uangnya dari Brunei untuk bikin urea terbesar di Indonesia,” ujarnya.





