Olahraga

Babak Kualifikasi Dayung Porprov Dimulai, Peserta Hadapi Tantangan Angin dan Eceng Gondok

×

Babak Kualifikasi Dayung Porprov Dimulai, Peserta Hadapi Tantangan Angin dan Eceng Gondok

Sebarkan artikel ini
porprov jateng
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2025 mulai bergulir di Bukit Cinta Rawapening, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ratusan atlet dayung dari 20 kabupaten/kota di Jawa Tengah berkompetisi dan bersaing untuk menjadi yang terbaik. Sekaligus memperebutkan tiket untuk berlomba pada Porprov Jawa Tengah XVII 2026 nanti.

Menurut Sekretaris Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Tengah, Nurhayati Babak Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2025 ini diikuti 300-an atlet dayung dari 20 daerah di Jawa Tengah.

“Mereka akan berlomba pada nomor rowing (single scull dan double scull), canoeing, kayaking serta nomor dragon boat,” jelasnya, di Bukit Cinta Rawapening, Kecamatan Banyubiru, Rabu 17 September 2025.

Lebih lanjut Nurhayati menyampaikan, pada kejurprov dayung 2025, yang akan berlangsung sampai dengan Sabtu, 20 September 2025 nanti. Total ada 20 kategori yang dilombakan.

BACA JUGA: PDESI Gelar Turnamen E-Sport Semarang 2025, Target Juara Umum Porprov 2026

Khusus pada hari Rabu atau sampai dengan hari kedua ini, telah menyelesaikan lomba nomor rowing 2.000 meter untuk kategori single scull dan double scull putra dan putri, mulai babak penyisihan hingga final.

“Nantinya di setiap kategori lomba, akan di ambil lima besar peserta yang berhak lolos pada Porprov Jawa Tengah XVII dari cabang olahraga (cabor) dayung,” tambahnya.

Sementara itu, bagi umumnya para atlet yang turun berlomba, venue dayung di danau Rawapening ini memiliki karakter serta tantangan tersendiri. Terutama arah angin yang cukup sulit untuk diprediksi.

Sehingga membutuhkan penyesuaian dan benerapa adaptasi. Angin yang cukup kencang dan cepat berubah juga mengakibatkan rumpun-rumpun eceng gondok masuk ke dalam lintasan dan mengganggu peserta.

Seperti atlet dayung Kota Semarang, Bagus Ginanjar ungkapkan. Menurutnya, tantangan terbesar berlomba di danau Rawapening ini adalah faktor cuaca dan angin yang kencang karena danau ini cukup luas.

BACA JUGA: Transisi Atlet Senior ke Junior, FORKI Kabupaten Semarang: Tak Pengaruhi Target di Porprov Jateng

Ia bahkan sempat mengalami insiden saat shell atau perahu cangkangnya terbalik akibat angin yang bertiup kencang dan permukaan air danau berombak pada saat hujan.

Akibatnya oarlock atau pengait dayung tidak menyangga maksimal dan dayungnya sempat lepas. “Walaupun insiden ini tidak terjadi pada saat berlomba, namun sempat membuat saya jadi kurang fokus,” jelasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp