6. Selama proses ini, eksportir mulai menyiapkan daftar pengepakan, pemberitahuan barang ekspor ke Bea Cukai, dan commercial invoice.
7. Bea Cukai menerbitkan izin ekspor dengan menerbitkan nota lisensi Ekspor.
8. Dengan tanda terima, barang diangkut ke pelabuhan.
9. Container kemudian naik kapal dan menuju ke pelabuhan luar negeri.
10 Setelah itu, perusahaan pelayaran mengeluarkan bill of lading.
11. Eksportir kemudian mengirimkan dokumen ekspor pembeli termasuk daftar pengepakan, bill of lading dan faktur penjualan.
Bagaimana anda mendapatkan pembeli asing?
Setelah mengetahui proses dan prosedur ekspor ikan ke luar negeri, Anda perlu mengetahui cara mencari pembeli. Ada beberapa cara untuk melakukan ini, termasuk yang berikut.
1. Melalui penawaran online
Saat ini perkembangan informasi melalui internet semakin cepat. Jadi ekspor online ke luar negeri bisa sangat mudah dan cepat.
Anda dapat menggunakan penawaran online untuk menarik pembeli. Anda dapat menjalankan kampanye di berbagai media sosial, situs web, dan lainnya.
2. Penggunaan informasi dari kedutaan asing
Untuk mendukung kesuksesan, Anda bisa menggunakan jalur ke kedutaan negara asing.
Kedutaan besar negara asing tentu memainkan perannya sendiri dalam proses ekspor barang. Dia memiliki informasi yang lebih rinci tentang pembeli potensial. Jadi, Anda dapat menggunakannya untuk menemukan calon pembeli atau bahkan mitra untuk penawaran ekspor tersebut.
3. Cari database BPEN
Selain kedutaan, Anda juga bisa mencari di database BPEN untuk mendukung kesuksesan bisnis ekspor ikan Anda. BPEN sendiri merupakan kepanjangan dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (*).





