“Kolaborasi lintas sektor yang semakin luas ini menjadi pertanda yang menggembirakan. Merawat keberagaman tidak lagi ԁipandang sebagai tanggung jawab satu agama atau satu organisasi, melainkan menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga Indonesia tetap satu,” kata Jovita.
Dukungan serupa juga ԁisampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Kominfo, A. M. Adiyarti Sumardjono. Dalam sambutannya ia menilai Bakti Indonesia menjadi contoh nyata bagaimana rumah ibadah dapat menjadi ruang yang menghadirkan kedamaian. Sekaligus mempererat hubungan antarmanusia tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Sementara Staf Khusus Kementerian Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan, Brigjen Pol (Purn) Hoiruddin Hasibuan, menyebut Bakti Indonesia bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi implementasi nyata nilai gotong royong dan Pancasila melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keagamaan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memberikan pelayanan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





