Jateng

Bandara Ahmad Yani Semarang Diusulkan Kembali jadi Bandara Internasional, Wagub Jateng: Sudah di-Acc

×

Bandara Ahmad Yani Semarang Diusulkan Kembali jadi Bandara Internasional, Wagub Jateng: Sudah di-Acc

Sebarkan artikel ini
taj yasin
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin saat menghadiri acara Aspirasi Masyarakat MPR RI dan FGD bertajuk ‘Optimalisasi, Desentralisasi, dan Otonomi Daerah dalam Perspektif RPJMD Jateng 2025-2029’ di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Rabu 23 April 2025 sore. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin sudah mengusulkan ke Pemerintah RI untuk mengembalikan status Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi internasional.

Adapun Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo tak lagi menjadi bandara internasional sejak April 2024. Oleh sebabnya, Jawa Tengah tak memiliki bandara internasional hingga saat ini.

Saat hadir dalam acara Aspirasi Masyarakat MPR RI dan FGD bertajuk ‘Optimalisasi, Desentralisasi, dan Otonomi Daerah dalam Perspektif RPJMD Jateng 2025-2029’ di Kantor DPD RI Jawa Tengah, Rabu 23 April 2025 sore, Gus Yasin mengaku pihaknya telah mengusulkan kembalinya Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi bandara internasional.

Bahkan, usulan itu Gus Yasin sebut telah mendapat persetujuan oleh Pemerintah RI.

“Kita baru mengusulkan kemarin, sudah di-acc,” ungkap Gus Yasin.

Politisi asal Rembang itu mengungkap, banyak wisatawan mancanegara yang hobi mendaki gunung di Jawa Tengah.

BACA JUGA: Taj Yasin Sebut Polemik PPPK di Jawa Tengah Urusan Pusat, Pelamar: Padahal BKD Bikin Aturan Sendiri

Hanya saja, penjemputan wisatawan mancanegara itu dari Bandara Internasional YIA Yogyakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya. Sebab, kata dia, tak ada satupun bandara di Jawa Tengah yang menerima penerbangan internasional secara langsung atau direct.

“Wisatawan asing mendaki gunung di Jawa Tengah itu sudah banyak, tetapi karena bandaranya saat ini turun dari Bandara Internasional Ahmad Yani jadi bandara nasional, sehingga [penerbangan internasional] direct ke Jateng kurang,” ungkap dia.

Wagub Jawa Tengah dua periode itu meyakini, jika Bandara Jenderal Ahmad Yani kembali berstatus internasional, maka akan terjadi kenaikan wisatawan. Utamanya wisatawan mancanegara.

Ia pun berharap Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang naik status ke internasional dalam waktu dekat. Gus Yasin meyakini, hal itu juga mampu membuka lapangan kerja bagi warga Jawa Tengah.

“Wisatawan kami kan turunnya ada di Jogja, Surabaya, sehingga pemandunya ngambil dari Jogja dan Surabaya di Jatim, karena sudah paket wisatanya dari sana. Ini yang kita pengin wisata dari Jateng bisa menarik tenaga kerja di Jateng,” pungkas Gus Yasin.

Pihak Bandara Ahmad Yani dukung status bandara internasional, kawasan industri di Kendal dan Batang jadi potensi

Sebelumnya, Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Ahmad Zulfian Noor mengungkap kemungkinan kembalinya status bandara itu menjadi internasional.

Ia mengatakan, saat ini masih terdapat pembatasan penerbangan ke luar negeri oleh regulator.

“Meski demikian kami tetap mendukung kebijakan tersebut,” ungkap Zulfian dalam sebuah wawancara, Selasa 15 April 2025 lalu.

Ia menyebut, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang melayani rute penerbangan ke Singapura dan Malaysia sebelum pandem COVID-19.

BACA JUGA: Dampingi Gibran, Taj Yasin Ingin Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Sayangnya, kata dia, penerbangan internasional sudah tak ada pascapandemi.

“Cuma fasilitas bandara untuk internasional masih ada. Misalnya ruang check in, ruang tunggu, ruang kedatangan internasional, ruang imigrasi, dan penunjang masih ada. Kalaupun nanti buka kembali kami sudah siap,” tegas Zulfian.

Ia menyebut, pemerintah seharusnya melakukan evaluasi terhadap pembatasan tersebut. Zulfian menilai. adanya kawasan industri di Kendal dan Batang merupakan potensi untuk penerbangan internasional buka kembali.

“Potensinya memang ada  khususnya perdagangan. Terlebih potensi penerbangan cargo untuk internasional,” pungkasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

 

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp