Sittatun menilai, bangunan rumahnya memang kurang luas sebagai sarana pendidikan anak dan terbilang kurang memadai. Namun, pembelajaran untuk usia dini harus tetap berlanjut dan tak boleh berhenti.
“Terdapat 25 anak yang aktif mengikuti pembelajaran setiap harinya. Harapannya ada dari pihak pemerintah yang memberikan uluran tangan untuk sekolah ini. Kalau lewat itu sedih, Ya Allah terendam begini, kapan ya diperbaiki? Kapan ditinggikan? seperti itu,” keluhnya sembari menunjuk kondisi PAUD Patra Sutera. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto





