EkbisHeadlineNews Update

Bank Indonesia Siapkan Strategi Jaga Inflasi Tetap Rendah Jelang Ramadan

×

Bank Indonesia Siapkan Strategi Jaga Inflasi Tetap Rendah Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputro, Senin (13/3/2023) di Kantor BI Jateng Jalan Imam Barjo Semarang. (Ellya - beritajateng.tv)

SEMARANG, 13/3 (beritajateng.tv) – Bank Indonesia (BI) Jateng bersama dengan Pemerintah Daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng menyiapkan 7 strategi unggulan guna menjaga inflasi yang rendah dan stabil menjelang bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputro, Senin (13/3/2023) di Kantor BI Jateng Jalan Imam Barjo Semarang.

Ketujuh program unggulan tersebut diantaranya operasi pasar atau menggelar pasar murah/Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).  Penguatan ketahanan pangan strategis.

Perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), subsidi ongkos angkut. Peningkatan pemanfaatan alat pertanian dan sarana produksi pertanian,

Penguatan infrastruktur teknologi, informasi, komunikasi (TIK) melalui pemanfaatan Sistem Informasi Harga dan Produk Komoditi Provinsi (SIHATI). Penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

“Saat ini Bank Indonesia tengah melakukan kajian rantai pasok komoditas pangan utama di Jawa Tengah,” jelas Rahmat kepada awak media di Semarang, Senin (13/3/2023).

BACA JUGA: Anggap Upah Jateng Kompetitif Bukan Murah, DPMPTSP: Walau UMK Kendal Lebih Rendah, Investornya Luar Biasa

Menurutnya, pada siklus tahunan Ramadhan dan Lebaran 2023, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Jateng mewaspadai peningkatan harga barang dan jasa akibat peningkatan permintaan masyarakat akan komoditas pangan utama.

“Kondisi ini tercermin dari perkembangan harga beberapa komoditas pangan utama seperti beras, cabai merah, cabai rawit dan bawang putih yang tengah menunjukkan arah peningkatan harga,” katanya.

Sementara itu, pada Februari 2023, inflasi gabungan enam kota Provinsi Jawa Tengah tercatat sebesar 0,29 persen (mtm). Lebih rendah berbanding inflasi Januari 2023 yang sebesar 0,32 persen (mtm).

Secara tahunan inflasi gabungan enam kota di Jateng tercatat berada pada level 5,81 persen (yoy). Penurunan harga daging ayam, telur ayam serta emas perhiasan menjadi kontributor penurunan inflasi pada periode ini.

Hal ini sejalan dengan pasokan daging ayam dan telur ayam yang terpantau cukup di pasaran. Selain itu penurunan harga emas perhiasan seiring dengan penurunan harga emas dunia.

BACA JUGA: Rekomendasi 5 Warung Sate Kambing Muda di Semarang, Daging Batibulnya Empuk Banget

​Kemudian, dari sisi pengelolaan Sistem Pembayaran, BI Jateng juga tengah mempersiapkan pemenuhan kebutuhan uang kartal menjelang momen Ramadhan dan Lebaran 2023.

Hal ini dengan memberikan layanan prima kepada masyarakat melalui program utama kas keliling serta kerjasama dengan 57 perbankan di seluruh Jateng.

Ada penyediaan 601 titik penukaran uang Rupiah di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
​
Sejalan dengan hal tersebut, BI Jateng juga senantiasa mendorong optimalisasi pemanfaatan penggunaan uang non tunai.

“Melalui program unggulan QRIS Tour De Jateng sejak 5 Maret 2023, harapannya masyarakat dapat semakin meningkatkan pengalaman/user experience. Tentunya dalam menggunakan alat pembayaran non tunai guna kemudahan transaksi sehari-hari, ” imbuhnya. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp