“Ekonomi Jawa Tengah berpotensi tumbuh lebih baik dengan dukungan kebijakan yang tepat. Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor utama seperti industri, perdagangan, dan pertanian melalui pembiayaan yang tepat,” ujar Irianto.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga memberikan dukungan penuh terhadap kinerja positif Bank Jateng. Dalam sambutannya pada rapat tersebut, Luthfi mengungkapkan harapan besar agar Bank Jateng semakin meningkatkan perannya dalam perekonomian Jawa Tengah.
“Bank Jateng ke depan harus bisa mengangkat PAD kita. Prinsip, Bank Jateng ke depan harus lebih sehat daripada yang sekarang. Kinerja yang baik menjadi kunci untuk peningkatan dan perluasan cakupan Bank Jateng dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah,” ujar Gubernur Jawa Tengah.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-62, Bank Jateng Usung Semangat Bergerak Tumbuh dengan Harmonis
Luthfi juga menekankan pentingnya Bank Jateng untuk memberikan kemudahan bagi UMKM dalam mengakses pembiayaan.
Ia mengingatkan agar proses penyaluran kredit kepada sektor mikro tidak terhambat, sehingga usaha mikro dapat berkembang dengan dukungan yang tepat dari bank daerah.
“Jangan sampai usaha-usaha mikro yang mau naik kelas ini terlilit tanpa adanya bantuan dari bank, khususnya bank yang kita punya yaitu Bank Jateng. Direksi dan jajaran tadi sudah kita arahkan, ke depan prioritaskan yang ini,” tegas orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tersebut, telah terlaksana penetapan dewan komisaris dan direksi yang baru. Berikut adalah daftar direksi dan dewan komisaris Bank Jateng yang baru saja ditetapkan dalam RUPS LB pada 17 April 2025, yaitu :
Dewan Komisaris Bank Jateng:
1. Komisaris Utama – Sumarno
2. Komisaris Independen – Adnas
3. Komisaris Independen – Darsono





