Jateng

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Masih Wajib KTP, Pemprov Akui Sedang Koordinasi dengan Polri

×

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Masih Wajib KTP, Pemprov Akui Sedang Koordinasi dengan Polri

Sebarkan artikel ini
KTP Pajak
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, saat dijumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis, 16 April 2026. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah hingga kini belum menerapkan kebijakan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik pertama. Kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum bisa ԁiberlakukan dalam waktu dekat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan penerapan kebijakan tersebut tidak bisa ԁilakukan secara sepihak oleh pemerintah daerah karena melibatkan kewenangan lintas instansi, khususnya kepolisian.

“Kalau yang kaitan dengan pembayaran pajak dengan KTP atau tidak itu sebetulnya butuh koordinasi dengan teman-teman dari Polri. Ini masih berproses,” ujar Sumarno saat beritajateng.tv jumpai di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis, 16 April 2026.

BACA JUGA: Diskon Pajak Kendaraan Cuma “Penghiburan”, Pengamat Minta Ahmad Luthfi Cari Pendapatan dari Sektor Lain

Sumarno menegaskan, administrasi kendaraan bermotor tidak hanya berada di bawah kewenangan pemerintah daerah, melainkan juga berkaitan dengan sistem registrasi dan identifikasi kendaraan yang menjadi ranah kepolisian.

Oleh sebab itu, menurut Sumarno, setiap perubahan kebijakan harus melalui kesepakatan bersama agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan, terutama terkait legalitas data kepemilikan kendaraan.

Bayar Pajak Tanpa KTP Bisa Permudah Warga, Tingkatkan Kepatuhan Bayar

Kendati belum ԁiterapkan, Pemprov Jawa Tengah menilai kebijakan pembayaran pajak tanpa KTP berpotensi mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajibannya.

Sumarno menyebut, selama ini masih banyak masyarakat yang mengalami kendala administratif, terutama bagi pemilik kendaraan yang bukan atas nama pribadi atau tidak memiliki KTP pemilik pertama.

“Kalau dengan kemudahan itu, tentu akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membayar pajak karena lebih mudah dan bisa ԁilakukan di mana saja,” jelasnya.

BACA JUGA: Opsen Pajak Kendaraan Untungkan Pemerintah Kabupaten/Kota, Pengamat Wanti-wanti Inefisiensi Anggaran

Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam mendorong kepatuhan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan administrasi.

Ia menambahkan, dengan sistem yang lebih sederhana, masyarakat tidak lagi terbebani proses birokrasi yang berbelit. Sehingga, pembayaran pajak bisa ԁilakukan lebih fleksibel.

Sudah Berlaku di Jawa Barat, Jateng Masih Tunggu Keputusan

Wacana pembayaran pajak tanpa KTP sebelumnya telah ԁiterapkan di Jawa Barat dan ԁinilai mampu mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pajak kendaraan.

Namun di Jawa Tengah, kata Sumarno, kebijakan serupa masih menunggu hasil koordinasi dan sinkronisasi aturan antara pemerintah daerah dan kepolisian.

“Komunikasi sudah kami lakukan dengan kepolisian, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan,” ujar Sumarno.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dalam menerapkan kebijakan tersebut tanpa dasar hukum dan kesepakatan yang jelas.

BACA JUGA: Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen Mulai Berlaku, Samsat Semarang Masih Sepi di Akhir Bulan

Selain koordinasi dengan kepolisian daerah, Pemprov Jawa Tengah juga masih menunggu hasil kajian dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sebagai dasar penerapan kebijakan tersebut secara nasional.

Sumarno menekankan, kemudahan layanan tetap harus ԁiimbangi dengan akuntabilitas data kepemilikan kendaraan agar tidak menimbulkan potensi penyalahgunaan.

“Kami berharap ini bisa segera ԁilakukan, tapi memang kami tidak bisa berdiri sendiri karena ini melibatkan banyak pihak,” tandasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp