JAKARTA, beritajateng.tv – Kasus perselingkuhan dengan Syahnaz Sadiqah akhirnya Rendy Kjaernett akui sendiri. Alasan Rendy Kjaernett selingkuh dengan Syahnaz Sadiqah pun ia beberkan lewat sejumlah alasan.
Terkait pengakuan yang ia sampaikan dalam podcast Denny Sumargo, Rendy menceritakan bagaimana awal mula perselingkuhan tersebut berlangsung.
Sebelum itu, Rendy menyampaikan bahwa setiap orang tentu memiliki masalah sehingga butuh tempat untuk bercerita.
Namun, Rendy mengaku bahwa ia tidak ingin menambah beban di pikiran sang istri dengan masalah yang ia hadapi.
Hal itu lantaran Rendy Kjaernett tahu bahwa istrinya sudah memiliki banyak masalah terlebih lagi ia memang sudah hidup sendiri.
BACA JUGA: Marak Kasus Perselingkuhan, Ini 10 Pesan dari Kasus Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah
Maka dari itu, alasan Rendy Kjaernett selingkuh karena mengaku tidak bisa menjadikan istri sebagai sosok tempat yang nyaman untuk ia bercerita.
Namun, tindakannya ternyata salah, dengan ia memendam semua hal tersebut justru menjadi bumerang baginya.
Hingga singkat cerita, Rendy Kjaernett mengaku bertemu dengan Syahnaz Sadiqah dan merasa satu pemikiran dengannya.
Rendy Kjaernett menyampaikan semua masalahnya dan menjadikan Syahnaz tempat ternyaman dalam hidupnya untuk bercerita.
BACA JUGA: Terharu! Ini Pesan Lady Nayoan untuk Rendy dan Syahnaz yang Sudah Berselingkuh
Dari situlah mulai muncul benih-benih cinta di antara keduanya hingga akhirnya tidak dapat terpisahkan meski sudah berkali-kali Syahnaz beroleh peringatan dari istri Rendy.
Rendy mengaku bahwa ia tidak ada niatan untuk berselingkuh, terlebih ketika melihat Lady sedang tidur di kamar bersama dengan ketiga anaknya.
Rendy juga mengatakan bahwa Lady Nayoan merupakan perempuan yang sangat berjasa dalam hidupnya lantaran dapat mempertemukan ia dengan sang ayah.
Akan tetapi, kehadiran Syahnaz Sadiqah yang dapat menampung segala keluh kesahnya membuat Rendy memiliki perasaan lebih hingga akhirnya berselingkuh di belakang Lady.
Itulah beberapa alasan Rendy Kjaernett selingkuh dengan Syahnaz Sadiqah. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi





