SEMARANG, beritajateng.tv – Memasuki bulan Agustus, euforia perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa. Sejumlah film bertema kemerdekaan pun bermunculan, salah satunya One For All.
Film animasi ini cukup mencuri perhatian karena mengangkat semangat nasionalisme sekaligus keberagaman budaya.
Kehadirannya bahkan berhasil menjadi trending di berbagai platform media sosial dan ramai diperbincangkan warganet.
BACA JUGA: Fun Fact Film Panji Tengkorak, Mulai dari Komik Legendaris hingga Proses Perekaman yang Totalitas
Kira-kira apakah kamu sudah menyaksikan film animasi tersebut? Sebelum nonton, yuk baca artikel ini untuk mengetahui bagaimana pesan moral dalam film tersebut.
Film Animasi Kemerdekan One For All
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah besarnya biaya produksi film ini yang mencapai Rp 6,7 miliar jumlah yang tergolong tinggi untuk sebuah animasi lokal.
Meski begitu, muncul polemik karena kualitas visual dalam trailer yang terbilang kurang sepadan dengan dana yang dihabiskan.
Bahkan, sejumlah warganet menilai hasil animasinya lebih menyerupai tugas akhir mahasiswa daripada karya untuk layar lebar.
Film ini merupakan garapan dari Perfiki Kreasindo, sebuah studio yang berada di bawah Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail.
Namun, banyak warganet mengaku kesulitan menemukan informasi lebih detail mengenai rumah produksi tersebut. Situs resminya bahkan tidak dapat terakses dan hanya menampilkan pesan error “403 Forbidden”.
Kurangnya informasi resmi ini kemudian menimbulkan dugaan bahwa proyek tersebut belum benar-benar siap rilis secara luas, atau mungkin masih terkendala infrastruktur yang belum memadai.
Pesan Moral yang Cukup Kuat
Film ini mengisahkan delapan anak dengan latar belakang budaya berbeda di Indonesia, mulai dari Papua hingga Tionghoa, yang bersatu untuk menyelamatkan bendera pusaka menjelang upacara kemerdekaan.
Latar cerita berada di sebuah desa fiktif, dengan penuh petualangan seru yang membawa mereka melewati hutan, sungai, hingga menghadapi konflik emosional.
Meski misinya tampak sederhana, tujuan mereka sangat berarti: mengibarkan Merah Putih pada 17 Agustus.





