Kini, jembatan gantung juga memperpendek akses warga menuju sekolah. Warga tidak perlu lagi menyeberangi sungai untuk menuju Puskesmas, sekolah maupun lokasi aktivitas lainnya.
“Sehingga warga sangat berterima kasih dengan pembangunan jembatan gantung ini,” katanya.
Kepala Desa Kadirejo, Riyadi menambahkan, jembatan tersebut tidak hanya menghubungkan Desa Kadirejo dan Desa Semowo. Akses tersebut juga memudahkan warga menuju Desa Truko, Kecamatan Bringin, dan wilayah sekitarnya.
Sebelum pembangunan jembatan, warga yang menggunakan sepeda motor harus memutar sekitar 5-6 kilometer untuk menuju Puskesmas, sekolah, pasar dan pusat aktivitas masyarakat.
BACA JUGA: Jembatan Gantung Mangkang Wetan Rampung, Akses Warga Lancar Tak Perlu Naik Gethek Lagi
Sementara warga yang berjalan kaki dan ingin menggunakan jalur lebih dekat harus menyeberangi sungai. Kondisi tersebut cukup berisiko, terutama bagi warga yang beraktivitas sebagai petani maupun mencari rumput.
“Beberapa kali sudah ada yang jatuh. Dengan adanya jembatan gantung yang lebih ideal tersebut, setidaknya juga semakin membuat warga desa kami aman dan nyaman dalam melakukan berbagai aktivitasnya,” tandas Riyadi. (*)
Editor: Farah Nazila





