Menurut Zumrotul, capaian tersebut tidak datang secara mendadak. Peserta yang ingin berprestasi di MTQ perlu mempersiapkan diri jauh sebelum perlombaan.
Dia berharap pembinaan peserta MTQ berikutnya dapat terlaksana sejak jauh hari. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan peserta, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan mereka menjelang tampil.
“Kalau untuk teman-teman yang lain mungkin persiapannya dari sekarang. Kebanyakan yang juara-juara itu mulainya tidak secara mendadak,” katanya.
Sementara itu, tasyakuran MTQ Nasional XXXI dikemas dalam acara Jateng Bersholawat. Para kafilah dan masyarakat yang hadir diajak melantunkan sholawat yang diiringi oleh Majelis Sholawat Azzahir Pekalongan bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.
Mauidzoh hasanah dalam acara tersebut disampaikan KH Ahmad Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur. (adv)
Editor: Diaz A Abidin





