Jateng

Agustina Tak Ingin Toleransi Sekadar Slogan, Beri Insentif 37 Petugas Vihara dan 6 Guru Sekolah Minggu Buddha

×

Agustina Tak Ingin Toleransi Sekadar Slogan, Beri Insentif 37 Petugas Vihara dan 6 Guru Sekolah Minggu Buddha

Sebarkan artikel ini
Agustina Tak Ingin Toleransi Sekadar Slogan, Beri Insentif 37 Petugas Vihara dan 6 Guru Sekolah Minggu Buddha
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Komitmen menjaga toleransi antarumat beragama di Kota Semarang tidak hanya terwujud melalui slogan kerukunan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai memberikan perhatian lebih kepada para pelayan umat Buddha. Dengan menyalurkan insentif kepada 37 petugas kemakmuran rumah ibadah dan enam guru sekolah minggu Buddha.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis sekaligus mengapresiasi pengabdian para pembina umat.

Agustina menyampaikan hal itu saat menghadiri Perayaan Tahun Kencana Setengah Abad Sangha Theravada Indonesia di Gedung Muladi Dome, Semarang, Minggu (8/11/2026).

BACA JUGA: Agustina Tegaskan Warga Semarang Tak Boleh Dipaksa Ikut PKK, Harus Sukarela 

Di hadapan para bhikkhu, tokoh lintas agama, dan umat Buddha, Agustina menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memberikan dukungan kepada seluruh komunitas keagamaan, termasuk mereka yang selama ini bekerja melayani umat.

“Pemerintah Kota Semarang ingin hadir bagi rumah ibadah dan para pembinanya. Maka mulai tahun ini kami memberikan insentif bagi 37 petugas kemakmuran tempat rumah ibadah Buddha dan enam guru sekolah minggu Buddha,” ujar Agustina.

Menurutnya, para petugas rumah ibadah dan guru sekolah minggu memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan keagamaan. Mereka tidak hanya menjalankan tugas pelayanan, tetapi juga ikut membimbing generasi muda agar memahami nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Karena itu, pemberian insentif menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Pemkot Semarang juga memberikan fasilitasi perjalanan keagamaan bagi umat Buddha sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

Agustina berharap perhatian tersebut dapat memperkuat hubungan pemerintah dengan komunitas keagamaan. Ia ingin seluruh umat memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah dan mengembangkan kehidupan spiritual.

Semarang Punya Sejarah Penting bagi Sangha Theravada Indonesia

Dalam kesempatan itu, Agustina juga mengingatkan bahwa Semarang memiliki tempat istimewa dalam sejarah perkembangan sekolah agama Buddha di Indonesia.