Faqih mengatakan, penghargaan tersebut terasa istimewa. Apalagi, MTQ kali ini menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti kompetisi sebagai peserta.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Tentunya kami dari peserta sangat haturkan terima kasih karena telah mendukung dan menyukseskan kami sebagai kafilah Jawa Tengah tercinta ini,” katanya.
BACA JUGA: Menjemput Kesetaraan Kerja, Puluhan Disabilitas Ikuti Seleksi di Job Fair MTQ Nasional Semarang
Faqih bukan pendatang baru di panggung MTQ nasional. Sebelumnya, dia pernah mewakili Jawa Tengah pada cabang hafalan 30 juz dan meraih juara pertama nasional.
Pada MTQ XXXI, dia mencoba tantangan baru dengan mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Hasilnya, dia kembali membawanya ke podium tertinggi.
“Alhamdulillah sangat bersyukur kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu,” ucapnya.
Menurut Faqih, tambahan hadiah umrah bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian yang membuat dirinya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an.
“Kalau dulu kami yang juara itu hanya dapat uang pembinaan. Alhamdulillah sekarang ada tambahan yaitu hadiah umrah untuk yang juara satu,” katanya.
Zumrotul Luthfiyyah Juara Cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri
Peserta lainnya, Zumrotul Luthfiyyah, kafilah asal Kabupaten Rembang meraih terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.
Bagi Zumrotul, apresiasi dari Pemprov Jateng bukan hanya soal nominal hadiah. Dia mengaku senang karena penghargaan juga diberikan kepada peserta yang belum meraih juara.
“Alhamdulillah, bersyukur senang banget atas apresiasi yang sudah diberikan,” katanya.
Prestasi Zumrotul kali ini juga menjadi cerita tersendiri. Dia sebelumnya pernah mengikuti cabang tahfiz 10 juz dan 20 juz. Pada MTQ Nasional 2024, ia mengikuti Tafsir Bahasa Inggris dan meraih harapan ketiga.
BACA JUGA: 5 Jenis Lomba Kaligrafi MTQ Nasional 2026 di Semarang, Peserta Capai 380 Orang
Dua tahun berselang, dia kembali mengikuti cabang yang sama. Kali ini, hasilnya jauh berbeda. Zumrotul berhasil menjadi terbaik pertama.
“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” katanya.





