SEMARANG, beritajateng.tv – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji perubahan skema penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu opsi yang menjadi pertimbangan adalah menghentikan pemberian MBG bagi anak-anak yang berasal dari keluarga mampu atau kaya.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum diputuskan.
Menurut Nanik, pembatasan penerima manfaat dari kelompok ekonomi tertentu berpotensi menciptakan efisiensi anggaran sekaligus membuat program lebih tepat sasaran.
“Yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi. Angkanya sudah, tapi kan harus saya laporkan Presiden dulu,” ujar Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 12 Juni 2026.
Penyesuaian Anggaran MBG Dalam Proses
Wacana tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang sebelumnya mengungkap adanya potensi pengurangan kebutuhan anggaran MBG.
BACA JUGA: Respons Keluhan Ortu, BGN Jateng Bakal Suspend Dapur MBG yang Samakan Menu Balita dan Anak Sekolah
Prasetyo menegaskan langkah tersebut bukan merupakan pemangkasan anggaran secara paksa. Melainkan hasil evaluasi dan perhitungan yang lebih rinci terkait pelaksanaan program di lapangan.
“Bukan pemangkasan, tetapi dari hasil perhitungan kami meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini,” kata Prasetyo.
Kabarnya, saat ini pemerintah tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap sistem pendistribusian dan pelaksanaan MBG agar penggunaan anggaran negara lebih efektif dan efisien.
Anggaran MBG Tembus Ratusan Triliun
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah dengan alokasi anggaran yang sangat besar.
Hingga April 2026, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp73,8 triliun untuk pelaksanaan MBG. Nilai tersebut menjadi bagian dari belanja kementerian dan lembaga yang mencapai Rp400,5 triliun atau sekitar 26,5 persen dari total APBN.
Sementara itu, pemerintah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp335 triliun sepanjang 2026. Hingga April lalu, realisasi program tersebut telah mencapai 22,4 persen dari total anggaran yang di siapkan.
Pemerintah Bidik Efisiensi Program
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga memastikan pemerintah akan melakukan sejumlah langkah penghematan dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, efisiensi penting agar dana yang BGN kelola dapat bisa terpakai secara lebih optimal tanpa mengurangi tujuan utama program dalam meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.
“Tapi nanti bukan Rp335 triliun, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai instruksi Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien,” ujar Purbaya.
BACA JUGA: Soal Efisiensi Anggaran MBG Capai Ratusan Triliun, KPPG Semarang: Kami Tunggu Arahan Pusat
Apabila skema baru disetujui, program MBG nantinya diperkirakan akan lebih difokuskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga manfaat bantuan pemerintah dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. (*)





