Ekbis

BI Tancap Gas Kembangkan Halal Value Chain, FAJAR 2026 Bidik Pertumbuhan Ekonomi Syariah

×

BI Tancap Gas Kembangkan Halal Value Chain, FAJAR 2026 Bidik Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Sebarkan artikel ini
BI Tancap Gas Kembangkan Halal Value Chain, FAJAR 2026 Bidik Pertumbuhan Ekonomi Syariah
Pembukaan Fajar 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah di Queen City Mall Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Bank Indonesia (BI) menjadikan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 sebagai momentum memperkuat ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Melalui penguatan literasi serta pengembangan Halal Value Chain, BI menargetkan ekonomi syariah menjadi sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut terwujud dalam pembukaan FAJAR 2026 di Queen City Mall Semarang, Kamis (6/8).

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 itu melibatkan sekitar 400 peserta. Dari unsur pemerintah, dunia usaha, pesantren, akademisi, hingga lembaga keuangan syariah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan kondisi ekonomi dunia yang masih di bayangi berbagai ketidakpastian menuntut hadirnya mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan produktivitas dan pemerataan kesejahteraan.

Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan tersebut. Jawa Tengah memiliki modal kuat berupa ribuan UMKM, pondok pesantren, industri halal. Serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk dan gaya hidup halal.

“Karena itu, kami mendorong penguatan ekonomi syariah dari hulu hingga hilir. Mulai dari rumah potong hewan dan unggas yang tersertifikasi, penggilingan, proses produksi UMKM, hingga sertifikasi halal. Jika rantai pasok dan permintaannya bertemu, ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” ujar Noor.

BACA JUGA: OASE 2026 Jadi Langkah Besar BI Jateng Cetak Generasi Penggerak Industri Halal Indonesia 

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup hanya menghadirkan produk bersertifikat halal. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang saling terhubung mulai dari produksi, pembiayaan, distribusi. Hingga pemasaran sehingga mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Noor menambahkan, peningkatan literasi menjadi fondasi penting agar masyarakat semakin memahami manfaat produk dan layanan ekonomi syariah. Untuk itu, BI bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah juga mengembangkan program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES).