SEMARANG, beritajateng.tv – Industri makanan dan minuman (F&B) di Kota Semarang terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya jumlah restoran, kafe, dan pusat kuliner. Antusiasme masyarakat terhadap wisata kuliner menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
Managing Director Sinnar Luciana Jaya, Lavencia, mengatakan para pelaku usaha di Jawa Tengah, khususnya Semarang, semakin bersemangat mengembangkan bisnis kuliner.
Menurutnya, minat masyarakat yang tinggi terhadap makanan menjadi faktor utama keberlanjutan industri ini.
“Bisnis F&B di Jawa Tengah masih sangat menjanjikan. Masyarakatnya suka mencoba makanan baru, sehingga sektor ini masih bisa terus tumbuh,” ujar Lavencia saat membuka Parani Food & Supplier Festival di MAC Ballroom Semarang, Rabu (1/10/2025).
Lavencia menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah turut meningkatkan permintaan bahan baku makanan hingga 20 persen. Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menyediakan bahan berkualitas tinggi.
BACA JUGA: Japanese Week 2025 Hadir di Semarang, Sajikan Kuliner & Budaya Jepang Selama 9 Hari
Kebutuhan bahan baku yang terus meningkat mendorong pihaknya menggelar Parani Food & Supplier Festival. Acara ini mempertemukan lebih dari 50 tenant yang terdiri dari pemasok bahan makanan dan pelaku usaha F&B dengan tujuan memperkuat jaringan bisnis sekaligus memperkenalkan produk-produk premium.
“Kami ingin Semarang mampu bersaing dengan kota-kota lain yang lebih dulu berkembang. Melalui festival ini, kami memberikan edukasi agar pelaku usaha F&B di Semarang tidak tertinggal dan bisa meningkatkan kualitas produknya,” jelas Lavencia.

Founder Sinnar Luciana Jaya, Nanda Djoennaedy, menambahkan bahwa bisnis kuliner terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ia mencontohkan, pada masa krisis moneter 1994 maupun pandemi Covid-19, sektor F&B tetap bertahan meski sempat mengalami penurunan penjualan.
“Pelaku usaha tetap memproduksi makanan, sehingga distribusi bahan baku tetap berjalan. Sekarang sektor ini kembali tumbuh dan terus berkembang,” ujarnya.
Nanda menegaskan pentingnya menjaga kualitas bahan baku agar produk kuliner memiliki cita rasa yang konsisten dan memuaskan pelanggan.
“Untuk menghasilkan makanan yang enak, bahan yang digunakan harus berkualitas. Kalau hanya mengejar keuntungan dengan bahan murah, pelanggan pasti kecewa,” tegasnya.
Parani Food & Supplier Festival berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Oktober 2025, di MAC Ballroom Semarang. Selain menghadirkan beragam produk dan bahan makanan, festival ini juga menjadi ajang edukasi bagi pelaku usaha dan konsumen agar lebih memahami pentingnya kualitas dan inovasi dalam industri F&B. (*)
Editor: Elly Amaliyah





