Jateng

BKPP Bantah Dugaan Suap Menyuap Seleksi Sekda Baru Kota Semarang, Sebut Penilaian Berdasarkan Kompetensi

×

BKPP Bantah Dugaan Suap Menyuap Seleksi Sekda Baru Kota Semarang, Sebut Penilaian Berdasarkan Kompetensi

Sebarkan artikel ini
BKPP Bantah Dugaan Suap Menyuap Seleksi Sekda Baru Kota Semarang, Sebut Penilaian Berdasarkan Kompetensi
Pelantikan Sekda Baru Kota Semarang, Handi Priyanto oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng di Ruang Lokakrida lantai 8 Balai Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang 2026 menjadi sorotan publik setelah muncul isu dugaan suap dan jual beli jabatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menegaskan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, profesional, dan bebas praktik transaksional.

Menurut Joko, seleksi Sekda berjalan secara terbuka sejak awal dengan memberikan kesempatan kepada aparatur sipil negara (ASN) dari seluruh Indonesia untuk mendaftar. Termasuk pejabat eselon III maupun ASN di kementerian.

“Seleksi ini kami buka sejak 20 Februari 2026 dan terbuka bagi seluruh ASN di Indonesia, termasuk ASN kementerian. Bahkan bukan hanya eselon II, eselon III juga boleh mendaftar,” ujar Joko.

Dari sejumlah pendaftar, hanya empat kandidat yang masuk lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya. Seluruh proses, kata Joko, pengumumannya secara terbuka kepada publik.

Ia menjelaskan, tahapan pertama berupa penulisan makalah tentang peran Sekda dalam mendukung visi pembangunan Kota Semarang.

BACA JUGA: Dari Pemkot Malang ke Kota Semarang, Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Baru Definitif

Proses tersebut berlangsung secara ketat dengan sistem on the spot tanpa bantuan catatan maupun perangkat elektronik.

“Kami hanya menyediakan komputer kosong. Peserta tidak boleh membawa catatan, alat elektronik, atau pendamping. Mereka diberi waktu tiga jam untuk membuat makalah dan presentasi,” jelasnya.

Seleksi tersebut dipimpin panitia seleksi independen yang diketuai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama sejumlah akademisi dan profesional dari berbagai perguruan tinggi.

Tahapan selanjutnya adalah uji kompetensi oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo atas rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Menurut Joko, pemilihan UNS karena kampus tersebut memiliki akreditasi resmi sebagai lembaga asesmen ASN.

“Kenapa memilih UNS? Karena yang di rekomendasikan BKN dan memiliki akreditasi lembaga asesmen adalah UNS,” katanya.

Tidak berhenti pada aspek akademik dan kompetensi, panitia seleksi juga melakukan penelusuran rekam jejak para kandidat.